About me

Everyone has a purpose

Selasa, 17 September 2013

In life, you will realize there is a role for everyone you meet. Some will test you, some will use you, some will love you and some will teach you. But the ones who are truly important are the ones who bring out the best in you. They are the amazing people who remind you why it's worth it

Dress Accordingly !

Cara kita menampilkan diri memiliki efek yang cukup besar pada cara kita bertindak. Kesimpulan dari penemuan David Mc.Raney mengatakan ketika kita berpakaian seperti seorang yang cerdas, maka kita akan berfikir bahwa kita cerdas dan sebaliknya. Meski hal ini bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan bagaimana kita berfikir mengenai diri sendiri, jangan pernah berfikir kalau pakaian yang kita kenakan tidak berpengaruh terhadap pekerjaan dan performa 

Sumber
Dachis, A. (2013). Your Clothing can Affect Your Actions, So Dress Accordingly. Diakses pada 18 September 2013 dari http://lifehacker.com/your-clothing-can-affect-your-actions-so-dress-accordi-1325778173 

Be confident as well !

percaya pada diri sendiri menjadi keharusan, kah?
Ini adalah pertanyaanku hampir setiap malam saat sebelum tidur. Di saat instropeksi diri, di saat kita menyerap dan mengevaluasi semua hal positif dan negatif yang didapat setiap hari, di saat kita mau merubah diri menjadi lebih baik, di saat itulah pertanyaanku ini perlahan mulai terjawab.

Saat diamanahkan menjadi wakil ketua pelaksana salah satu acara fakultas semester 2 dulu, saya tidak percaya pada diri sendiri, saya tidak total bekerja, saya takut orang tidak mempercayai saya, saya takut acara nantinya gagal, saya terlalu memikirkan pandangan orang, akibatnya alur koordinasi menjadi tidak jelas, di bawah kontrol saya sebagai koordinator lapangan saat itu, acara sangat biasa saja, antar panitia juga tidak begitu kompak. Siapa yang patut disalahkan? Yap, saya yang tidak percaya diri dalam bersikap dan bertindak. Namun tetap tak kunjung mengevaluasi diri, saya menolak menjadi penanggung jawab acara salah satu acara fakultas di semester 3 lalu, karena masih belum percaya diri dan merasa beban itu terlalu berat. Setelah itu saya tidak pernah ditawari lagi menjadi panitia inti/BPH di acara fakultas. Salah siapa ? Yap tentunya bukan salah orang lain. Saat diamanahkan menjadi ketua pelaksana/ Project Officer acara baru dari paguyuban minang di kampus, saya masih ragu, masih kurang percaya diri dalam memimpin, namun tetap optimis acara itu akan sukses di bawah kendali saya. Setiap feedback positif dan negatif menjadi bahan evaluasi setiap malam selama proses persiapan acara. Saya berpikir saya bisa, total dalam bekerja, dukungan orang-orang terdekat juga menjadi kekuatan waktu itu, Alhamdulillah di akhir acara saya mendapat lebih banyak feedback positif dibanding negatif.

Penilaian terhadap diri sendiri, kritik dan saran dari orang lain, menyerap ilmu baik dari lingkungan, saya rasa cukup untuk mengevaluasi dan mengupgrade diri menjadi lebih baik. Saya kembali ditawari menjadi BPH sebagai penanggung jawab acara PSAF KAMABA 2013 (Pengenalan Sistem Akademik Fakultas Kegiatan Mahasiswa Baru) Fakultas Psikologi. Tidak ada alasan lagi untuk tidak percaya diri. Saat kita meyakini bahwa diri kita hebat, maka ia akan menjadi hebat. Alhamdulillah saat itu saya mendapat banyak feedback positif sebagai Stage Manager di hari PSAF. Efeknya tidak main-main, menjalar ke ranah lain, seperti akademik dan sosial.

Untuk ranah akademik misalnya, saya menjadi lebih percaya diri di kelas, saya mendapat tawaran menyusun naskah buku ajar untuk mata kuliah Individu Kebudayaan Masyarakat, dipilih menjadi ketua kelompok, menjadi perwakilan untuk mengikuti workshop, mendapat feedback positif untuk peragaan interviewing, dll. Hal-hal kecil seperti ini mungkin menjadi hal yang biasa bagi orang lain, namun menjadi luar biasa bagi saya yang dulunya tidak percaya diri bekerja dalam kelompok dan cenderung mengikuti saja pendapat orang lain.

Untuk hal sosial, saya menjadi tidak tergantung pada satu kelompok saja, saya menjadi lebih fleksibel dan berbaur dengan banyak kelompok. Tentunya menjadi lebih dikenal di lingkungan kampus.

Untuk hal pribadi, saya menjadi lebih terstruktur dan terencana, setelah mempertimbangkan beberapa hal, saya mengecat kamar dan mendekorasinya senyaman mungkin, membeli semua pelengkapan yang mendukung perencanaan dan kenyamanan belajar, pembagian waktu dan prioritas belajar menjadi semakin baik, saya menjadi lebih semangat dan tidak pernah telat ke kampus, membawa diri yang penuh semangat dan bisa belajar di lingkungan akademik dan sosial yang nyaman juga tentunya.

Betapa, evaluasi diri dan menjadi percaya pada diri sendiri sangat penting untuk membuat suatu perubahan besar dalam hidup seseorang. Semoga apa yang telah saya dapat, bisa terus konsisten dan menjalar dalam kehidupan selanjutnya. Mudah-mudahan hal ini bisa mendukung saya dalam membuat terobosan-terobosan yang lebih besar lagi..

Masih tidak mau percaya pada diri sendiri ? :)