Kemampuan berbahasa inggris sangat diperlukan, apalagi di dunia modern seperti sekarang ini. Globalisasi yang semakin meluas membuat dunia seakan tanpa batas. Komunikasi yang dilakukan antar negara merupakan hal yang sangat biasa terjadi seiring dengan beredarnya produk-produk yang semakin canggih, semakin meningkatnya kerjasama antar negara dan meluasnya jejaring sosial di dunia maya. Untuk melakukan komunikasi antar negara, kita membutuhkan suatu bahasa internasional yang bisa dimengerti oleh semua orang, yaitu bahasa inggris. Contoh sederhananya, untuk melakukan komunikasi dengan teman facebook yang ternyata adalah warga negara Brazil, tentunya kita sebagai orang Indonesia dan dia sebagai orang Brazil tidak bisa menggunakan bahasa masing-masing untuk membangun sebuah komunikasi. Maka di saat ini lah bahasa Inggris dibutuhkan.
Untuk mengerti, paham, dan lancar berbahasa inggris, kita harus banyak belajar dan berlatih, kemampuan ini tidak bisa diperoleh secara instan. Perlu adanya latihan, dukungan, dan juga bimbingan dari berbagai pihak. Pihak yang berperan penting dalam hal ini adalah keluarga. Seorang anak yang mendapat bimbingan dan dukungan dari orang tua sejak usia dini memiliki kemampuan bahasa inggris yang lebih baik dari pada anak lainnya yang tidak mendapat dukungan dan bimbingan dari orang tua, bimbingan dari orang tua bisa berupa pengajaran kosa kata umum yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, memperkenalkan lagu atau film berbahasa inggris, memberikan bacaan menarik yang menggunakan bahasa inggris, dan lainnya. Sedangkan dukungan dari orang tua bisa berupa dukungan moril, motivasi, dan upaya memasukkan anak ke kursus bahasa inggris.
Pihak lain yang juga berperan penting dalam menunjang kemampuan berbahasa inggris adalah pihak sekolah, saat ini berbagai cara dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris siswa, seperti mengadakan program sekolah berstandar internasional yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar. Selain itu, saat ini banyak pihak bimbingan belajar dan kursus yang menawarkan program lancar berbahasa inggris dengan berbagai strategi, seperti mempertemukan siswa dengan bule atau turis asing, menempatkan pengajar yang merupakan orang luar negeri, dan memberikan majalah menarik dengan pengantar bahasa inggris. Pihak media pun turut mengambil andil dalam kemajuan seseorang untuk lancar berbahasa inggris, seperti banyaknya program pengajaran melalui gambar-gambar menarik, berita, koran, lagu dan permainan dalam bahasa inggris.
Ilmu-ilmu yang diberikan oleh berbagai pihak di atas tidak akan berguna jika diri sendiri tidak giat dan tekun untuk melatihnya. Saya menyadari betul bahwa kemampuan iu tak diasah sejak aku berusia dini, saya mulai belajar bahasa inggris saat kelas tiga SD, namun saya kurang bisa mencerna pelajaran itu dengan mudah, sehingga saat kelas lima SD, orang tua saya memasukkan saya pada kursus bahasa inggris, sejak saat itu kemampuan saya dalam bahasa inggris meningkat, walaupun baru sekedar pemahaman, bukan praktek. Hal ini membuat saya unggul dibanding teman yang lain, sewaktu saya masuk SMP, saya menjadi orang yang lumayan sibuk dan kewalahan membagi waktu, saya pun memutuskan untuk tidak ikut kursus apapun, dengan berbekal kursus sewaktu SD, saya masih unggul dibanding teman-teman yang lain, lomba-lomba pidato pun saya ikuti, namun saya terlalu sombong dan merasa sudah cukup dengan ilmu yang diperoleh, padahal banyak yang harus ku pelajari lagi, banyak hal yang harus diperbaiki, namun aku merasa sudah cukup dan mapan dalam kemampun saya, kemampuan itu tidak saya asah, sehingga sewaktu masuk SMA, saya mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalalan, karena saya masuk pada sekolah unggul yang ternyata kemampuan berbahasa inggris siswanya jauh lebih baik, mereka lebih mahir dalam berbicara bahasa inggris secara langsung, sedangkan saya lebih pada teori, bukan percakapan, aku benar-benar kewalahan, sontak aku menciut dan baru menyadari kalau kemampuanku masih bukan apa-apa, keinginanku untuk kembali mengikuti kursus bahasa inggris terpaksa harus dikubur karena jadwal pelajaran yang semakin banyak, kegiatan yang semakin padat, dan pelajaran yang semakin sulit, sehingga aku memfokuskan diri pada pelajaran-pelajarn eksak, seperti matematika dan fisika.
Saya mearasa tidak percaya diri saat mengikuti seleksi wawancara tahap dua AFS, yaitu program pertukaran pelajar ke luar negeri. Saya menyadari bahwa kemampuan berbicara dalam bahasa inggris masih sangat lemah, namun saya berusaha mengejar ketertinggalan tersebut dengan banyak mengoleksi, mendengar, dan menghafalkan lagu serta membaca novel berbahasa inggris, namun hal tersebut belum cukup tanpa adanya bimbingan langsung dan waktu yang cukup. Hal ini lah yang saya sesali, saya pernah berandai-andai kalau saja dulu saya mengikuti setiap tahapan kursus bahasa inggris sampai tingkat paling atas, saya pasti akan lebih baik dalam berbicara, mendengar, membaca, dan menulis dalam bahasa inggris. Apa yang terjadi mudah-mudahan bisa dijadikan pelajaran oleh orang banyak, bahwa kesempatan untuk mempelajari sangatlah banyak, dan akan lebih baik jika diikuti sejak kita masih berusia dini, karena dengan menunda, kita menjadi malas untuk mempelajarinya dan merasa tertinggal dari orang lain.


0 comments:
Posting Komentar