Perguruan Tinggi sebagai jenjang pendidikan formal terakhir memiliki tanggung jawab besar sebagai pengemban Tri Dharma, yakni terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pendidikan dan pengajaran perlu dilakukan terus menerus agar setiap ilmu pengetahuan bisa ditransfer dari satu ke yang lainnya, selain itu Khafizh R.Ichsan(2007) menyebutkan berbagai permasalahan tidak dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan IPTEK. Itu berarti setiap orang sangat perlu untuk meng-update diri dengan selalu belajar demi memperoleh pendidikan yang semakin hari semakin berkembang pesat, pengajaran dilakukan agar ilmu pengetahuan dapat terus berkembang dan tidak berhenti hanya sampai di suatu titik. Ilmu pengetahuan pun hanya bisa berkembang bila dilakukan berbagai penelitian yang memberi efek kepada masyarakat, karena penelitian merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empiric, teori, konsep, metodologi, model, atau informasi baru yang memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi, atau kesenian (Chairudin P.Lubis, 2004), hasil dari penelitian tersebut bisa ditransfer kembali melalui pendidikan dan pengajaran, sehingga para civitas akademika mampu mengabdi kepada masyarakat dengan berbekal ilmu pengetahuan yang telah didapat dan penelitian yang telah dilakukan serta diuji.
Dalam mengamalkan isi Tri Dharma tersebut, perlu adanya peran aktif setiap civitas akademika universitas, terutama bagi mahasiswa. Disini, peran mahasiswa terbagi menjadi dua, yaitu study dan action.Belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya , kemudian bertindak dengan berbekal ilmu pengetahuan yang telah didapat, bertindak untuk diri sendiri dan bertidak untuk masyarakat. Seorang mahasiswa harus mampu mengamalkan isi tri dharma tersebut dengan berbagai cara, misalnya dengan memanfaatkan akses internet dan perpustakaan untuk mempelajari persoalan-persoalan yang tidak hanya terbatas pada dinding-dinding kampus, akan tetapi juga untuk mempelajari persoalan-persoalan yang ada di luar dinding-dinding kampus (masalah riil dalam masyarakat). Mempelajari masalah riil dalam masyarakat ini adalah fokus yang terlebih penting dalam mencetak mahasiswa yang betul-betul berurusan dengan masyarakatnya. Untuk mengabdi kepada masyarakat, seorang mahasiswa bisa memulainya dengan hal-hal kecil seperti mengajar di sekolah-sekolah rakyat miskin atau dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak terlantar sehingga ilmu yang telah didapat tidak hanya dipendam untuk diri sendiri. Maka dari itu, carilah ilmu, dapatkan, dan bagikan !!!


0 comments:
Posting Komentar