About me

Antara Sebuah Minat dan Prinsip

Rabu, 09 November 2011


Saat mendengar nama Unit Kesenian Mahasiswa (UKM) Krida Budaya Universitas Indonesia, saya  mulai tertarik untuk menggali info tentang kegiatan di UKM tersebut. Setelah mengetahui informasi tentang UKM ini, ternyata kegiatan yang dilakukan berupa latihan tari dan musik tradisional, latihan itu diadakan untuk mengisi beberapa show, acara-acara besar di universitas maupun di luar universitas, sampai untuk  misi budaya ke luar negeri, seperti Spanyol, Amerika, dan Prancis. Di antara semua UKM yang saya lihat dan ketahui, UKM Krida Budaya lah yang  paling menarik hati saya.
Sewaktu  duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, seorang guru kesenian datang ke kelas saya untuk merekrut  murid-murid agar mau menjadi pengisi acara perpisahan siswa kelas enam sebagai penari indang. Awalnya saya sama sekali tidak tertarik, karena sewaktu itu yang terfikir oleh saya hanya lah belajar, belajar, dan belajar. Karena  saya adalah murid kesayangan wali kelas saat itu, saya ditunjuk untuk mengikuti tari indang, saya benar-benar tidak kuasa menolak tawaran tersebut, karna saya adalah satu-satunya murid yang ditunjuk langsung oleh wali kelas. Saya hanya mengangguk pelan sebagai tanda persetujuan.  Latihan demi latihan saya jalani, ternyata saya sangat menikmati hal tersebut. Saat menari, saya benar-benar merasa menjadi diri sendiri, mengikuti setiap alunan gerakan dan musik dengan ekspresif dan gemulai merupakan kesenangan tersendiri bagi saya. Sampai kelas enam sekolah dasar, saya dan lima teman lainnya selalu ditunjuk sebagai perwakilan sekolah untuk mengisi acara ataupun untuk mengikuti berbagai perlombaan.
Kesenangan dan bakat tersebut terus saya kembangkan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan, dan perlombaan tari saat SMP dan SMA. Selama SMP dan SMA saya sama sekali tidak memiliki kesulitan dan masalah dalam hal ini, berhubung di daerah Sumatera Barat - tempat saya tinggal dan bersekolah- memiliki lingkungan sosial yang masih terbilang homogen. Keadaan ini jauh berbeda dengan lingkungan tempat saya berada sekarang, yaitu di sebuah kota besar dan di universitas besar yang terdapat berbagai macam karakter dan style yang berbeda-beda. Untuk mengikuti sebuah Unit Kesenian Mahasiswa dengan menyandang nama tari, umumnya para anggotanya tidak menggunakan kerudung, memiliki tubuh ala model, dan stylish, gerakannya pun cukup ekstrem dengan memperlihatkan seluruh lenggok tubuh.
 Terdapat banyak sekali rintangan, mulai dari cara berpakaian, cara bergaul yang kurang sesuai dengan latar belakang budaya saya, dan latihan fisik serta mental yang sangat kuat. Namun satu hal yang harus saya ingat adalah sebuah prinsip. Pakaian yang saya gunakan merupakan  prinsip dan identitas saya, Memakai kerudung dan rok adalah pakaian saya sejak SMA, berbagai masukan, ilmu, dan nasihat dari orang tua, sekolah, asrama, dan pengalaman lah yang telah membentuk prinsip hidup dan identitas saya seperti saat sekarang. Tentunya saya tidak ingin identitas dan prinsip itu luntur hanya karena beberapa hal yang berbau duniawi tersebut. Tapi saya juga tidak ingin menghentikan dan mengubur bakat yang sudah susah-susah saya kembangkan sejak kecil begitu saja. Namun inilah namanya hidup, tidak semua yang kita inginkan bisa tercapai dan sesuai dengan kondisi nyata. Tapi satu hal yang membuat saya tetap bertahan di UKM ini adalah adanya beberapa senior dan teman-teman yang memakai kerudung dan terdapatnya tarian yang menuntut penarinya untuk memakai pakaian tertutup. Mereka secara tidak langsung telah memberi saya motivasi yang amat besar agar saya bisa bertahan di UKM yang saya minati ini. Saya berharap ke depannya semakin banyak orang yang berani dan tetap bertahan di tempat ia bisa mengembangkan bakatnya secara menyeluruh tanpa adanya pengorbanan prinsip dan identitas diri.

0 comments:

Posting Komentar