Nama Interviewi : Muhammad Redha Galih Pangestu
Jabatan : Presiden Asrama Bumi Ganesha Institut Teknologi Bandung
Tempat wawancara : Asrama Bumi Ganesha, Cisitu lama 35, Bandung
Tanggal/waktu : Minggu, 6 November 2011/ 20 menit
1. Alasan memilih nara sumber
Narasumber yang saya pilih adalah seorang presiden asrama Bumi Ganesha ITB periode 2010/2011, pemilihan narasumber ini merupakan hasil rekomendasi dari teman saya yang kuliah di ITB, kebetulan saat itu saya sedang berada di kota Bandung, maka dari itu saya memutuskan untuk memenuhi tugas wawancara ini dengan narasumber mahasiswa ITB.
Alasan saya memilih presiden asrama ITB sebagai narasumber karena tertarik dengan cerita teman saya yang cukup unik mengenai asrama ini, yaitu asrama dianggap sebagai sebuah negara yang dipimpin oleh seorang presiden yang membawahi menteri-menteri dan aparatur, semua staff digaji oleh mahasiswa, semua biaya, usaha masyarakat, dan fasilitas dikelola oleh mahasiswa. Asrama ini tidak memiliki garis dengan pihak rektorat, sehingga semua ditanggungjawabi oleh presiden sepenuhnya. Program-program kerjanya pun disusun begitu rinci, jelas, dan terlaksana. Semua bidang terorganisir dengan baik. Asrama ini jauh berbeda dengan asrama-asrama mahasiswa pada umumnya. Sehingga menarik bagi saya untuk mewawancarai presiden yang mengepalai semua bidang yang cukup banyak. dan tanggung jawab yang cukup besar tersebut.
2. Isi Wawancara
Redha resmi dilantik pada tanggal 1 Desember 2010 sebagai presiden asrama bumi ganesha ITB, hal ini merupakan suatu hal yang luar biasa, karena ia memegang tanggung jawab yang sangat besar dalam kemajuan asrama bumi ganesha tersebut. Walaupun ia pernah menjadi ketua OSIS sewaktu SMA, Redha merasakan perbedaan yang signifikan antara memimpin siswa-siswi dan memimpin mahasiswa. Ia mengatakan kalau dulu saat memimpin OSIS SMA 1 Pekalongan, ada tanggung jawab yang harus setiap saat dilaporkan pada pihak sekolah, ada pihak sekolah yang selalu membimbing untuk melakukan perbaikan, sedangkan sekarang ia memiliki tanggung jawab yang amat besar, tapi tidak dilaporkan dan juga tidak dibantu oleh pihak rektorat ataupun pihak kampus, sehingga ia harus berusaha menjadi pemimpin yang baik dengan berbekal pengalaman sewaktu SMA dulu.