About me

Psikologi; Pertama dan Satu-satunya

Rabu, 09 November 2011


Fakultas Psikologi Universitas Indonesia adalah pilihan pertama saya dan satu-satunya saat pemilihan jurusan untuk  SNMPTN Undangan, namun tak semua yang kita harapkan, bisa tercapai dan dikabulkan oleh Tuhan. Saat gagal di jalur SNMPTN Undangan, saya makin bersemangat dan termotivasi untuk belajar lebih rajin lagi agar keinginan saya untuk bisa kuliah di fakultas psikologi Universitas Indonesia tidak sekadar menjadi angan-angan belaka, namun bisa terwujud ke dalam kehidupan nyata. Oleh sebab itu, saya benar-benar harus berjuang keras di jalur SNMPTN tertulis.
Ketertarikan saya pada jurusan psikologi berawal dari keikutsertaan saya pada prigram ekstrakurikuler SMA yaitu SKR (Sanggar Konsultasi Remaja), di sana, kami dibimbing oleh mentor-mentor yang baru saja lulus dari pendidikan psikologi di Universitas Negeri Padang. Kegiatan-kefiatannya pun bermacam-macam, mulai dari problem solving, sharing, sampai acara malam keakraban dan outbound. Para anggota pun sering ikut serta dalam pelatihan concellor baik tingkat sekolah, maupun tingkat kota, para anggota juga dididik dan dilatih untuk menjadi seorang concellor yang baik. Di ekskul ini, saya merasa sangat senang dan benar-benar menikmati setiap kegiatan yang diadakan, sehingga banyak prestasi yang berhasil kami peroleh melalui beberapa kompetensi tingkat kota dan provinsi. Kegiatan-kegiatan dari ekskul ini pun semakin ditingkatkan dengan banyaknya pelatihan-pelatihan dan seminar. Dari pelatihan dan seminar yang diadakan, jiwa kepedulian saya menjadi semakin tinggi, apalagi terhadap anak-anak dan kaum remaja. Banyak sekali keprihatinan yang muncul sehingga saya tergerak untuk bisa berkontribusi penuh untuk merubah bangsa ini khususnya dalam hal pembelaan hak anak dan kaum remaja.
Saya bercita-cita ingin bekerja sebagai salah satu petinggi di Kementerian Pemberdayaan wanita dan Anak, dan ingin mengabdikan hidup saya untuk anak-anak Indonesia.  Saya merasa, di sinilah hidup, jiwa, dan masa depan saya, semua mimpi-mimpi saya akan terwujud  melalui pendidikan yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan ekskul SKR, dan di saat itulah saya memantapkan hati untuk memilih jurusan psikologi. Meskipun awalnya orang tua dan keluarga besar saya kurang setuju dengan pilihan tersebut, tapi saya merasa benar-benar mantap dan sangat sulit digoyahkan, dengan meyakinkan mereka dan berani bertanggung jawab atas pilihan yang saya ambil, akhirnya mereka memberi restu walau sedikit agak sulit.
Ketidaksukaan saya pada mata pelajaran ipa khususnya fisika dan kimia juga menjadi alasan kenapa saya lebih memilih ilmu psikologi untuk pendidikan selanjutnya. Namun, timbul pertanyaan, mengapa saya harus memilih fakultas psikologi Universitas Indonesia? Karna menurut saya fakultas psikologi UI adalah fakultas psikologi tertua se-Indonesia, tentunya memiliki lebih banyak pengalaman dalam pembelajaran, baik dalam hal literature, maupun staff  pengajar yang bekerja di sana. Selain itu, menurut saya fakultas psikologi UI adalah fakultas psikologi terbaik se-Indonesia, sehingga saya berkeyakinan bahwa selagi kita bisa mendapatkan yang terbaik, kenapa harus memilih yang lain, karna ini adalah sebuah pilihan masa depan, tentunya kita ingin mendapat pendidikan di tempat yang terbaik.
Selain itu, alasan yang memperkuat saya untuk memilih jurusan psikologi adalah karna ilmunya yang aplikatif, disamping saya memperoleh pendidikan untuk profesi ke depannya, saya juga bisa menggunakan ilmu-ilmu psikologi dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri pribadi sendiri, maupun dalam hubungan dengan orang lain. Di samping itu, saya sebagai seorang wanita yang akan menjadi seorang isteri dari suami dan seorang ibu dari anak-anak, ilmu psikologi sangat berguna untuk mengurus kehidupan rumah tangga saya terkhususnya bagi anak-anak  saya nantinya. Sehingga ilmu psikologi memenuhi kebutuhan saya sebagai seorang wanita karir dan juga sebagai seorang ibu rumah tangga kedepannya.
Karna beberapa alasan di atas lah saya menjadi terus termotivasi untuk memperoleh satu bangku di fakultas psikologi Universitas Indonesia. Kegagalan saat SNMPTN Undangan harus diibalas dengan keberhasilan di SNMPTN Tertulis. Dan ternyata perjuangan panjang itu tak berakhir sia-sia, walaupun saya belum bisa bernapas lega karna cita-cita besar itu belum benar-benar terwujud, namun saya telah berhasil membuka jalan menuju sebuah pencapaian itu. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar dan cita-cita itu bisa terwujud ke depannya.

0 comments:

Posting Komentar