Keluarga
besar saya merupakan keluarga suku minang asli, Sumatera Barat. Di keluarga
besar ayah maupun ibu tidak begitu banyak yang merantau, sehingga dalam memilih
pasangan hidup mereka cenderung memilih orang suku minang asli. Orang tua dari
ibu merupakan orang yang masih menganut kebudayaan dan adat minang yang kental.
Adat minang sangat dijunjung tinggi, mereka meletakkan adat bersanding dengan
agama. Berbeda dengan keluarga besar dari ayah, mereka lebih menekankan ajaran
islam di keluarga, namun tetap memakai adat yang telah diwariskan turun
temurun. Ayah saya pernah merantau ke ibukota Jakarta saat remaja dulu,
sehingga wawasannya lebih luas dan berpikir lebih terbuka. Jika dalam adat
minang, setelah pernikahan biasanya suami tinggal di rumah keluarga isteri,
ayah lebih memilih untuk mengontrak rumah di kota asalnya yaitu kota
Padangpanjang yang kualitas pendidikannya jauh lebih maju dari kota asal ibu,
Tugas Psikologi Lintas Budaya : Asal muasal "aku"
Jumat, 28 Juni 2013
Posted by
Jelsy Triwidya
at
01.31
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Merindukan Almh. Annisa Azwar
Kamis, 27 Juni 2013
Tiba-tiba aku berfikir, ternyata kematian semudah itu, sesimpel itu. Baru kemaren kita latihan tari payung, baru kemarennya ngobrol via sms, twitter, dan chatting. Baru kemaren ketemu di bikun, baru kemaren nginap di kos Icha atau Icha nginap di kontarakan, baru kemaren pergi rapat lanjut cerita-cerita ngalur ngidul, baru kemaren main truth or dare, baru kemaren karaokean bareng, baru kemaren bantu-bantuin penari berias untuk manggung di fakultas Icha, baru kemaren ini, itu, begitu banyak. Lalu dalam sekejap, 10 Februari 2013, aku melihat sosok Icha terbaring hening di sudut ruang kamar rumah sakit, terbungkus kain kapan dan tetap hening meski semua memusatkan perhatian pada Icha. Kamera, wartawan, keluarga, teman, dan lain-lain. Icha tetap hening.
Sambil menatap jasad yang begitu tenang, beterbangan bayangan serta kenangan bersama Icha, sikap polos, lembut, baik, sopan, kau begitu sempurna sebagai wanita cha. Setiap melatih adik-adik tari payung, aku sedih, teringat ayunan tangan dan badanmu yang begitu gemulai ketika kita latihan, melihat adik-adik tampil membawakan tari payung, wajahmu semakin merekap masuk ke pikiranku, aku rindu, senyummu yang begitu anggun ketika tampil, ah Icha. Semakin tak kuat jariku menulis cerita untukmu. Aku begitu rindu padamu, ternyata memang, kematian semudah dan sesimpel itu, sesimpel sakit perut, sesimpel tertabrak kereta api, sesimpel jatuh dari mobil, sesimpel terpeleset di kamar mandi, dan sesimpel hal lainnya. Sebentar, lalu kau pergi jauh hilang dari pandangan kami, dan pada akhirnya hanya meninggalkan kenangan. Rindu itu akan selalu ada Cha, selalu ada ketika tiba-tiba teringat wajah atau cerita tentang Icha. Sampai ketemu disana Cha, semoga kita bertemu di tempat terbaik yang telah disediakan Allah untuk kita :)
Posted by
Jelsy Triwidya
at
13.47
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Pacar tidak sama dengan suami
Perihatin, kenapa kebanyakan wanita berkerudung memamerkan foto-foto tanpa kerudung kepada pacarnya. Belum tentu jadi suami juga :)
*observasi dari 9 orang teman yang pacaran
*observasi dari 9 orang teman yang pacaran
Posted by
Jelsy Triwidya
at
12.27
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Challenge Your Self
Selasa, 11 Juni 2013
When
I’m confused with all those life, the most important to do is repairing. Trying
to repair all mistakes before and avoid apathy. Trying to fulfill all of
needs, need for achievement, for powerment, and for affiliation. First, need for
achievement, hmm could be one of the biggest hope to be invited to international
conference to present paper and essay. Second, need for empowerment? I push my
effort to be a true leader, mainly for my own self first then for others. Thing
mostly to do is learning, not imitation! take the lessons from every single
experiences I got. Challenge my own self with all environment demand which
opposite with my characteristic and personality. Not all streams must be
followed, right? Sometimes, request from
inner self isn’t always to be fulfilled, the more important is to be rejected.
Challenge the self and get the lesson from it! I’ve known my characters and
personality. I know how people think about me, so I already have self-concept, when not satisfied, it means I get survival
anxiety and it’s great which is this feeling improve the individual to change,
reject what things requested by inner self, No excuse!! Never ever let learning
anxiety decrease the intention to change. The basic tendency can be changed by
character adaptation, its like
biological bases could be change by adding positive external influence.
Last, need for affiliation easily got from the all of kindness on own self,
agreeableness will bring me and you to the tight and large social relationship. All of us need those three basic needs, the
differences are based on own target, effort and the way we complete that.
Sumangaik for me, for all of us !! J
Posted by
Jelsy Triwidya
at
13.19
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)
