About me

Yang terabaikan

Minggu, 11 Maret 2012




Dua sosok yang mungkin terabaikan di lingkungannya, ya, itu temanku di kampus, berjalan dengan akrabnya. Satu, sosok ketabahan dan kegigihan seorang tuna netra. Prinsipnya sekeras batu, mandiri dan tak ingin dikasihani. Usahanya begitu keras, kegigihan dan kesabaran tergambar jelas di raut wajahnya. Meski tak mampu melihat senyuman namun selalu tersenyum, seakan begitu mengerti arti sebuah senyuman. Dua, sosok aneh (begitu orang menyebutnya) namun cerdas, ia seakan memiliki dunia dan pemikiran sendiri yang begitu sulit ditebak, senantiasa membimbing dengan menggandeng tangan si tuna netra. Terlihat seperti seorang kawan yang setia. Tulus, itulah kata pertama yang terlintas saat melihatnya. Malu, tidak ada kata itu untukku, begitu yang aku baca dalam hatinya. Mereka bergandengan dengan erat dan tak lupa menebar senyuman, mata yang memandang mengucapkan kata kagum kepada hati yang merasa. Bibirku perlahan melengkung sebagai pertanda kekaguman. Masih terekam jelas pemandangan di siang itu, saat menunggu bis di halte stasiun. Senin, 27 Februari 2012 . 

2 comments:

Anonim mengatakan...

fotony asli tu isy...? :)

Jelsy Triwidya mengatakan...

ehe indak det, main googling ajo.. haha

Posting Komentar