Sudah lama kalian tidak mengirimkan saya ini teman. Betapa rindu untuk membaca pesan-pesan singkat penyejuk kalbu. Pagi ini ku terjaga dan mendapati pesan singkat yang menggetarkan hati
"Allah menitipkan cintaNya ketika kita bangun pagi ini, ketika kita membasuh muka dnegan air wudhu dan kita dapati bahwa Allah telah memberi kita kesempatan satu hari lagi untuk kembali menghias catatan amal kita, maka tersenyumlah, dan berjanjilah kita akan membuat segalanya lebih baik hari ini"
Sungguh aku terjaga dalam kelalaian.
Rindu
Minggu, 01 April 2012
Posted by
Jelsy Triwidya
at
04.34
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Let it flow
Kamis, 15 Maret 2012
Sungai itu terlalu dalam, dan aku ikut terhanyut di dalamnya
Angin itu terlalu kencang, dan aku ikut terbang di atasnya
Posted by
Jelsy Triwidya
at
04.00
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Yang terabaikan
Minggu, 11 Maret 2012
Dua sosok yang mungkin terabaikan di lingkungannya, ya, itu temanku di kampus, berjalan dengan akrabnya. Satu, sosok ketabahan dan kegigihan seorang tuna netra. Prinsipnya sekeras batu, mandiri dan tak ingin dikasihani. Usahanya begitu keras, kegigihan dan kesabaran tergambar jelas di raut wajahnya. Meski tak mampu melihat senyuman namun selalu tersenyum, seakan begitu mengerti arti sebuah senyuman. Dua, sosok aneh (begitu orang menyebutnya) namun cerdas, ia seakan memiliki dunia dan pemikiran sendiri yang begitu sulit ditebak, senantiasa membimbing dengan menggandeng tangan si tuna netra. Terlihat seperti seorang kawan yang setia. Tulus, itulah kata pertama yang terlintas saat melihatnya. Malu, tidak ada kata itu untukku, begitu yang aku baca dalam hatinya. Mereka bergandengan dengan erat dan tak lupa menebar senyuman, mata yang memandang mengucapkan kata kagum kepada hati yang merasa. Bibirku perlahan melengkung sebagai pertanda kekaguman. Masih terekam jelas pemandangan di siang itu, saat menunggu bis di halte stasiun. Senin, 27 Februari 2012 .
Posted by
Jelsy Triwidya
at
03.10
2
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Terlupa
Seakan berlalu begitu saja, ucapan dan nasihat setiap berbincang, beberapa pesan yang tak pernah lupa diucap. Mengiyakan dengan segera, hanya memberi tanda pasti akan dilaksanakan, seakan memang benar akan dipatuhi. Tapi TIDAK !! angin berlalu dan semua yang terucap musnah terabaikan, terabaikan oleh dunia, dunia sesaat yang tak menjanjikan. Seakan ia terdusta dengan kata tegas YA, merasa lega dengan jawaban itu. Namun penguasa jiwa masih sangat kuat, peguasa jahat penghuni neraka. Inikah kemunafikan ?
Posted by
Jelsy Triwidya
at
03.06
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Good bye, Dorm
Jumat, 09 Maret 2012
Temen-temen asrama itu banyaaak banget, walaupun ga bisa kenal semuanya, tapi makasih banyak buat pertemanannya, aku jadi ngerasa punya indonesia kecil disini, anak dari sabang sampai merauke ada di asrama ini. Terimakasih teman-teman nusantara, sampai ketemu di lain waktu
Posted by
Jelsy Triwidya
at
02.48
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Dia yang merasa
Senin, 27 Februari 2012
Aneh ya teman-teman, ada seorang teman saya yang setiap saat meminta doa kepada keluarga dan teman-teman lamanya agar sukses di perkuliahan, sukses di dunia pekerjaan, dan sukses di masa depan, tapi saat meminta doa itu, tidakkah ia sadar kalau ia harus berusaha semaksimal mungkin agar ia harus bisa menjadi orang sukses, ia hanya eminta doa namun tak berusaha semaksimal mungkin, ia malas mengikuti kegiatan-kegiatan di kampus, ia malas mengikuti kegiatan di luar kampus, ia malas belajar, ia malas ke perpustakaan, ia malas mengerjakan tugas, ia malas mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa, lalu apa yang tidak ia malaskan ? ia tidak malas untuk mengobrol, ia tida malas untuk online duduk di depan laptop berjam-jam hingga larut malam hanya untuk menstalking orang, atau bercerita yang kadang tidak berguna dan tidak berkualitas, ia tak melakukan kegiatan yang produktif sedikitpun, lalu apakah terpikirkan olehnya apa cerita orang tuanya di rumah, anggapan teman-teman lamanya yang tak seberuntung dirinya, ia kuliah di Universitas Indonesia, tapi sebenarnya kualitasnya tak lebih sedikitpun dari pada mahasiswa yang berkuliah di Universitas daerah.
Biaya yang dikeluarkan sudah terlalu banyak, ia sering nmenggunakannya hanya untuk membeli sesuatu yang tidak berguna, sesuatu untuk kepuasan sementara, ia tidak menyeimbangkan pengeluaran tersebut dengan pemasukkan ilmu, uang yang dikeluarkan seharusnya digantikan dengan ilm yang masuk, untuk medapatkan ilmu tersebut sebenarnya sangatlah mahal, saat ia medapat kesempatan itu, ia tak memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, dulu ia berharap bisa punya kesmpatan ini dan itu, tapi karena event yang diharapkan tidak pernah ada di daerahnya, hanya ada di kota besar, namun sekarang ia berada di kota besar, ia memiliki kesempatan yang banyak untuk mengikuti apapun yang dulu ia harapkan, tapi karena kemalasan dan kegalauan belaka, ia memilih untuk diam dan mengurungkan diri di kamar asrama, ia percuma tinggal d kota besar dengan fasilitas superbanyak, tapi ia layaknya orang desa yang mengurung diri di dalam kamar, sibuk chatting dengan teman lama, tanpa menambah ilmu sedikitpun, ia tidak tau mau jadi apa dan bagaimana selama kuliah di UI, dan setelah menamatkan kuliahnya di UI, tapi anehnya ia selalu meminta dioakan agar sukses, pertanyaannya, pengen sukses jadi apa dan seperti apa ? hmmm, mudah-mudahan ia cepat sadar dan memfokuskan dirinya untuk masa depan tanpa meninggalkan kewajibannya kepa Tuhannya, tanpa lupa mendoakan ayah ibunya, tanpa lupa melupakan orang-orang yang telah berjasa banyak untuk kesuksesannya sampai saat ini, tanpa merendahkan siapapun, dengan segala niat ikhlas dan hati yang lapang. Mudah-mudahan ia segera bangkit dengan segera dan mejadi orang sukses di dunia dan akhirat.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
07.08
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Job Part II
Alhamdulillah, kata pertama yang terucap setelah selesai menampilkan sebuah tari kebanggaan rang minang, tari piriang. Saya, Vinny, Dina, Geni, dan para pemusik lainnya mendapat panggilan untuk menampilkan sebuah tari minang untuk acara pembukaan farewell party bem ui periode 2011, pada acara pembukaan itu ditampilkan empat macam tari dari berbagai daerah di nusantara, yaitu tari piring yang berasal dari Sumatera Barat, tari kipas dari Makassar, tari none dari betawi, tari Bali, dan terakhir kami menari bersama dengan backsound rasa sayange yang berasal dari daerah aAmbon. Kami kebetulan mendapat giliran tampil pertama.
Awalnya kami kaget melihat pentas kecil di aula terapung perpustakaan pusat, bagaimana bisa menari dengan lincah dan gerakan ekstrim dengan pentas yang ukurannya kira-kira hanya dua langkah kaki. Akhirnya kami memutuskan untuk menari di bawah pentas. Deg-deg an, itulah perasaan yang dirasakan, karena kami akan tampil di depan anak-anak bem tingkat universitas yang biasanya hanya dilihat di acara-acara besar kampus, yang biasanya mereka berorasi dengan lantang. Kini mereka dengan menggunakan jas dan baju kebaya menonton kami pada pembukaan acara. Apa lagi pengalaman menari di acara besar seperti ini sangat lah kurang. Tapi berkat latihan yang serius (lebih banyak ga seriusnya sih) dan koordinasi antar penari dan pemusik yang bagus, akhirnya kami tampil dengan hasil yang memuaskan, meski terdapat sedikit kesalahan di bagian akhir tari. Tari piring yang ditampilkan adalah tari piring modern dan enerjik. Di akhir tarian, kami memecahkan piring yang sebelumnya belum pernah dilakukan saat latihan, bukan penonton saja yang kaget, kami pun para penari ikut kaget melihat serpihan-serpihan piring yang begitu cepat pecah. Setelah penampilan kami mengambil beberapa foto dengan Bang Faldo yang baru saja terpilih menjadi ketua bem ui periode 2012, dan dengan para penari dari daerah lain, kemudian bersegera mengganti kostum dan menghapus riasan yang tadinya dikenakan sendiri. Setelah itu kami makan di depan restoran korea di dekat aula terapung tersebut tanpa penerangan sedikitpun, ya sedikit lampu senter hp dan satu lilin yang diambil Vinny secara diam-diam, ya cukuplah untuk menerangi area makan malam itu. Kami makan bersama-sama sambil bercerita, mengulas balik kejadian dan konflik yang terjadi sebelum penampilan, dan juga sambil online untuk membuka facebook dan update status. Atmosfir yang dirasakan jauh berbeda dengan suasana setelah penampilan di aryaduta hotel dulu, saat itu rasanya adalah penampilan yang sangat memalukan, bukan hanya tariannya saja, tapi musik dan juga koordinasi yang kacau. Harapan kami untuk selanjutnya mudah-mudahan lebih sering dipanggil untuk tampil di berbagai acara dan tawaran pun naik menjadi dua kali lipat.
Esok harinya, agenda dilanjutkan dengan pergi bersenang-senang merayakan keberhasilan dan membayar kepenatan selama latihan denga pergi makan-makan dan karaokean. Meski pun tidak semua anggota yang datang, kami tetap merasa enjoy dan fun. Apalagi sama pria-pria mantan RSJ, Akhirnya kami pulang sekitar jam sebelas karena mampir dulu ke hypermart membeli beberapa keperluan. Kami pulang dengan hati senang gembira
Awalnya kami kaget melihat pentas kecil di aula terapung perpustakaan pusat, bagaimana bisa menari dengan lincah dan gerakan ekstrim dengan pentas yang ukurannya kira-kira hanya dua langkah kaki. Akhirnya kami memutuskan untuk menari di bawah pentas. Deg-deg an, itulah perasaan yang dirasakan, karena kami akan tampil di depan anak-anak bem tingkat universitas yang biasanya hanya dilihat di acara-acara besar kampus, yang biasanya mereka berorasi dengan lantang. Kini mereka dengan menggunakan jas dan baju kebaya menonton kami pada pembukaan acara. Apa lagi pengalaman menari di acara besar seperti ini sangat lah kurang. Tapi berkat latihan yang serius (lebih banyak ga seriusnya sih) dan koordinasi antar penari dan pemusik yang bagus, akhirnya kami tampil dengan hasil yang memuaskan, meski terdapat sedikit kesalahan di bagian akhir tari. Tari piring yang ditampilkan adalah tari piring modern dan enerjik. Di akhir tarian, kami memecahkan piring yang sebelumnya belum pernah dilakukan saat latihan, bukan penonton saja yang kaget, kami pun para penari ikut kaget melihat serpihan-serpihan piring yang begitu cepat pecah. Setelah penampilan kami mengambil beberapa foto dengan Bang Faldo yang baru saja terpilih menjadi ketua bem ui periode 2012, dan dengan para penari dari daerah lain, kemudian bersegera mengganti kostum dan menghapus riasan yang tadinya dikenakan sendiri. Setelah itu kami makan di depan restoran korea di dekat aula terapung tersebut tanpa penerangan sedikitpun, ya sedikit lampu senter hp dan satu lilin yang diambil Vinny secara diam-diam, ya cukuplah untuk menerangi area makan malam itu. Kami makan bersama-sama sambil bercerita, mengulas balik kejadian dan konflik yang terjadi sebelum penampilan, dan juga sambil online untuk membuka facebook dan update status. Atmosfir yang dirasakan jauh berbeda dengan suasana setelah penampilan di aryaduta hotel dulu, saat itu rasanya adalah penampilan yang sangat memalukan, bukan hanya tariannya saja, tapi musik dan juga koordinasi yang kacau. Harapan kami untuk selanjutnya mudah-mudahan lebih sering dipanggil untuk tampil di berbagai acara dan tawaran pun naik menjadi dua kali lipat.
Esok harinya, agenda dilanjutkan dengan pergi bersenang-senang merayakan keberhasilan dan membayar kepenatan selama latihan denga pergi makan-makan dan karaokean. Meski pun tidak semua anggota yang datang, kami tetap merasa enjoy dan fun. Apalagi sama pria-pria mantan RSJ, Akhirnya kami pulang sekitar jam sebelas karena mampir dulu ke hypermart membeli beberapa keperluan. Kami pulang dengan hati senang gembira
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.42
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Halo MAMA
Halo mama, apa kabar disana ? semoga selalu kuat seperti biasa yaa, kuat fisik dan hati menghadapi dunia yang keras ini. Amiin. Tepat hari ini anakmu ini telah berusia delapan belas tahun, itu artinya kurang lebih sudah 6.570 hari Mama telah menjadi ibuku, telah mendidikku, merangkul, dan mengasihiku. Di hari spesial ini aku tak berada dekat dengan mama, tapi hati kita begitu dekat bukan? Mama tetap selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat hari lahir padaku, kata mama ia harus selalu jadi orang pertama yang mengucapkannya, karena dialah yang melahirkan anak kecil itu, dia yang selalu berada di samping anak bayi itu saat tanggal 13 November itu datang, ia yang mengorganisir semua perayaan ulang tahun anak ingusan itu di rumah dan sekolah, ia yang berdoa dengan sepenuh hati untuk kesuksesan anak manja itu. Mama biasanya selalu bertanya siapa orang yang pertama mengucapkan ulang tahun sebelum mama, ternyata memang tidak ada, jawabannya selalu MAMA <3. Ternyata usaha mama keras banget yah, sampai-sampai minum kopi untuk begadang menunggu jam duabelas lewat satu detik datang. Hal inilah yang membuat hari ulang tahunku terasa berbeda dan benar-benar special. Terimakasih mama untuk setiap tetes keringat yang dikeluarkan untuk membesarkanku, terimakasih atas kesabaran mendengarkan celotehku, permintaanku, dan harapanku. Terimakasih untuk banyak hal yang abstrak, yang tak terlihat, dan yang kadang tak disadari, meski jasad tak sempurna, namun hatimu selalu sempurna untukku bukan ? Love you Mama :’)) -13 Nov 2011-
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.34
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
No Galau Anymore
Kamis, 01 Desember 2011
GALAU, kapan ya kata itu bisa hilang dalam peredaran zaman? kenapa semakin direalisasikan dan dilafazkan terus menerus, semakin hari semakin booming di pasaran. Banyak umat yang bangga dengan status GALAU, padahal kasihan, sebenarnya mereka sedang menjatuhkan harga sendiri. Harga? harga apa ? yah, harga untuk dihargai.
Alangkah indahnya kegalauan yang dimiliki oleh setiap insan di bumi Indonesia ini bisa direalisasikan dengan indah, dengan bingkisan semangat membara, dengan pita-pita pemikiran yang dalam dan panjang, serta dengan hadiah kontribusi yang berharga.
Saya akan berjuang dan saya tunggu anda.
say "NO GALAU anymore", teens !!! :D
Alangkah indahnya kegalauan yang dimiliki oleh setiap insan di bumi Indonesia ini bisa direalisasikan dengan indah, dengan bingkisan semangat membara, dengan pita-pita pemikiran yang dalam dan panjang, serta dengan hadiah kontribusi yang berharga.
Saya akan berjuang dan saya tunggu anda.
say "NO GALAU anymore", teens !!! :D
Posted by
Jelsy Triwidya
at
02.26
2
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Endless Love
Selasa, 15 November 2011
Hari itu jumat 25 April 2008, ayahku dibawa ke rumah sakit karena panasnya yang tak kunjung turun, panas badannya layaknya panas setrika. Ibuku sangat cemas, ia tak tahu harus melakukan apa, sebelumnya di antara kami tidak ada yang pernah masuk rumah sakit. Kami juga tidak memiliki kendaraan roda empat, sehingga ibu harus menghubungi saudara dulu agar bisa membawa ayah ke rumah sakit. Malam itu juga, ayah langsung dibawa ke rumah sakit. Perasaanku tidak begitu cemas karena aku pikir itu hanya demam biasa dan akan sembuh dengan cepat kalau dibawa ke rumah sakit. Aku terpaksa harus tinggal di rumah, selain kapasitas mobilnya yang tidak memadai, aku juga harus menjaga adikku dan mempersiapkan diri untuk ke sekolah esok pagi. Karena tidak tega meninggalkan aku bersaudara di rumah, akhirnya tanteku membawa kami ke rumahnya dan mengurus segala urusan dan keperluan sekolah untuk esok.
Sepulang dari sekolah, aku langsung buru-buru ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor, saat memasuki ruangan dimana ayah dirawat, aku sontak kaget,
Posted by
Jelsy Triwidya
at
13.16
3
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Why Psychology ???
Kamis, 10 November 2011
When I attend university, I wanna choose psychology science, there are many reasons for that. First, I like motivating people, it began when I often give advice to my sisters and sometimes my brother. To motivate someone, we need a science for that. For me, treating the sentiment side of someone give me ownsatisfication than to treat the people from body side. Second, I begin loving psychology since I was active in PIK RR activities, it is an organization which has the function to help the teenagers to solve their problem esspecially about reproduction health. Moreover I got the opportunity to study comparative to Bandung to get more knowledge about it. The kinds of activities are concelling, giving many ways to solve the problem to the clients and trying to minimize the naughtiness of teenagers as we know that the teenager is the next generation who will give many influences things for this country. I think it’s so interesting for me and give the inspirations for my soul. Third, I wanna motivate the children from their young age to care about Indonesia’s future, by giving many motivations since in young age, I hope the children who will be a leader and influental persons in the future want to care about Indonesia’s future and they don’t be shy to use Indonesia’s cultures and products
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.29
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Wanna Study in America
Ya, I have told to my mom about this scholarship, and she gave me permission for that. She allowed me as long as this activities have the educational value and it’s good for my future. There are also many reasons why I want to study to America. First, I always interested to see the America as a country. I think It is a great and powerful country. There are many people who influence this world. They have great ways of thinking so I admire them. Second, I wanna make good relationship with friends whose different characters and cultures, so we can share our own culture and religion so we could know many kinds culture, language and thinking’s way of the people from the different countries. Third,I wanna improve the image of Indonesia and Islam. Because almost of people in the foreign think that Indonesia is a poor, and under-developed country. We need to inform them that there are many special things which we have. There are many unique cultures, many kinds of language and religions. Indonesia has many smart persons, and the richness of natures.I think we need to make the good relationship from the smallest one, then about islam, most of people think that islam is the terrorism religion, it causes many people are affraid to commune with moeslim, so that I wanna correct the image of islam and began from the smallest one like doing light conversation. Fourth, I think that studying to America could help my career in the future because there is stock of experience that I’ll get there, and I also wanna improve my english speaking ability which in bad condition now. My family also give me full-support to me so I’m enthusias to follow the scholarship to study to America.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.26
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Family
it’s so interesting to tell about family, Ok, I think my family is not high-educated family cause we are the merchant family, but my father always teach his children to be a person who like to read news paper and update news everyday, he teach us to be a critical person, and giving first priority to educational things. In my family there were six persons, but it was 3 years ago, the number decreased since my father passed away on may 2008. we really became underpressured because it done suddenly. It happened when I held Nasional test in junior high school. A year after that, my mom built a simple home. She tried to be a parsimony person(before that she was a really spender person) because now she has to be a single parent who manage all of mom and dad’s duties. I know it’s so difficult thing but she never beef about what happen in her life. She tried as long as she can and she never say tired for her working and her obligation as a single parent. I continued my school to senior high school in SMAN 1 Padang panjang and lived in dormitory so that I’m not too close with my family , I seldom share with my mom and I just went home once per month. Moreover my eldest brother studies college in Padang and my second brother works in Padang. Just my mom and my sister lives in the house.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.25
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Held Id Fitri by both in Jakarta
Rabu, 09 November 2011
Going to the International Trade Center Depok in third day of Lebaran, bought somethings which were needed and not. In basic stair I bought a headset, a gray-pink dolphin pin for veil and a blacky belt, u know what? I only brought money enough for that stuffs, even I wanna buy more. My mom hadn’t sent me some money caused the bank was closed. I had just remembered that I gotta buy a baglaptop, there was no more money so that I borrowed Dina’s. The first, she lent IDR 100,000. Then entering ‘rumah warna’ and choosing various bags, wooow they awere so cute so make me confuse to choose a choice. Finally I chose a purple-pink one with price 65000 IDR, owh I was really please and excited to get it.Then we’re walking around looking for new dress for Dina, she wanna buy dress like mine, but nothing found and the hunting in itc was failed so that we gonna go to Depok Town Square (Detos), picking up bus oh I was surprised when an african boy was getting into the bus. Actually, I wanna make a conversation with him, but it was crowd and I didn’t get the brave energy to do it, so yaa I only thought what he thought when he lived in this country and what his purpose to go there. He stopped the bus in Mall Depok and everybody around looked at him.
Each person in this world has own character, one of them is strange, In the bus I met a very strange woman, simple but lil bit dirty, her voice was sooo low, her response was soo slow very much, she walked alone, it make her getting more difficult to go away. How poor she was, moreover when the driver let her go out from the bus, she suddenly surprised but so difficult to say something. I and other person in the bus didn’t know why and who she was, I and Dina assumed that she had got traumatic about an event or an accident so there was a neuron disease happened, hmmm may be. There was nothing more we do for her and kept at foot to Detos.
Walking around mall again, more, and more. Cause of limited money, I just be able to see what I wanna buy and no got them on, even I was on hypnotized to buy that all cool stuffs. Suddenly I remembered my mom and her economy condition, its so hard and I felt have such a great mistake to her for what I’ve done, so loyal to money and bought everythings I want without thingking it was necessary or not. Until we found black-colourful dress which is looked for as mine . Dina bought it and felt so great. Waah we were getting hungry so that taking a seat in foodcourt, We ordered two tenderloid steaks in moen-moen stand and so longtime for waiting it. We took some picts by Dina’s camera handphone while waiting, I wore pink stuff and Dina blue-black
Posted by
Jelsy Triwidya
at
20.39
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Laporan Wawancara Being an Influental and Inspirasional Leader
Nama Interviewi : Muhammad Redha Galih Pangestu
Jabatan : Presiden Asrama Bumi Ganesha Institut Teknologi Bandung
Tempat wawancara : Asrama Bumi Ganesha, Cisitu lama 35, Bandung
Tanggal/waktu : Minggu, 6 November 2011/ 20 menit
1. Alasan memilih nara sumber
Narasumber yang saya pilih adalah seorang presiden asrama Bumi Ganesha ITB periode 2010/2011, pemilihan narasumber ini merupakan hasil rekomendasi dari teman saya yang kuliah di ITB, kebetulan saat itu saya sedang berada di kota Bandung, maka dari itu saya memutuskan untuk memenuhi tugas wawancara ini dengan narasumber mahasiswa ITB.
Alasan saya memilih presiden asrama ITB sebagai narasumber karena tertarik dengan cerita teman saya yang cukup unik mengenai asrama ini, yaitu asrama dianggap sebagai sebuah negara yang dipimpin oleh seorang presiden yang membawahi menteri-menteri dan aparatur, semua staff digaji oleh mahasiswa, semua biaya, usaha masyarakat, dan fasilitas dikelola oleh mahasiswa. Asrama ini tidak memiliki garis dengan pihak rektorat, sehingga semua ditanggungjawabi oleh presiden sepenuhnya. Program-program kerjanya pun disusun begitu rinci, jelas, dan terlaksana. Semua bidang terorganisir dengan baik. Asrama ini jauh berbeda dengan asrama-asrama mahasiswa pada umumnya. Sehingga menarik bagi saya untuk mewawancarai presiden yang mengepalai semua bidang yang cukup banyak. dan tanggung jawab yang cukup besar tersebut.
2. Isi Wawancara
Redha resmi dilantik pada tanggal 1 Desember 2010 sebagai presiden asrama bumi ganesha ITB, hal ini merupakan suatu hal yang luar biasa, karena ia memegang tanggung jawab yang sangat besar dalam kemajuan asrama bumi ganesha tersebut. Walaupun ia pernah menjadi ketua OSIS sewaktu SMA, Redha merasakan perbedaan yang signifikan antara memimpin siswa-siswi dan memimpin mahasiswa. Ia mengatakan kalau dulu saat memimpin OSIS SMA 1 Pekalongan, ada tanggung jawab yang harus setiap saat dilaporkan pada pihak sekolah, ada pihak sekolah yang selalu membimbing untuk melakukan perbaikan, sedangkan sekarang ia memiliki tanggung jawab yang amat besar, tapi tidak dilaporkan dan juga tidak dibantu oleh pihak rektorat ataupun pihak kampus, sehingga ia harus berusaha menjadi pemimpin yang baik dengan berbekal pengalaman sewaktu SMA dulu.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
19.36
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Review Film
The Boy in the Striped Pyjamas
Film The Boy in the Striped Pyjamas ini memiliki makna yang sangat dalam, karena film ini bercerita mengenai perseteruan antara Nazi dan Yahudi dari sudut pandang seorang anak kecil berusia delapan tahun, film ini mengajarkan kita agar menjauhi tindakan yang berbau kekerasan, nazisme, dan penindasan, karena hukum karma pasti akan berlaku. Disini, putra sang nazi itu sendiri yang menjadi korban dari kekerasannya. Karena pertemanan yang ia jalin secara diam-diam dengan Schmuel seorang anak Yahudi yang bekerja di camp yahudi tersebut dengan menggunakan piyama bergaris. Pembunuhan masal dengan menggunakan gas beracun yang dilakukan untuk membunuh para Yahudi justru menimpa Bruno sendiri. Pengemasan ceritanya pun begitu apik sehingga membuat saya penasaran dengan cerita-cerita yang akan terjadi berikutnya, alur cerita yang ditayangkan membuat emosi saya menjadi naik turun, dari rasa penasaran karena ceritanya yang sulit ditebak , menggemaskan, kagum dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Bruno, emosi dengan kekejaman-kekejaman yang diperbuat oleh kelompok Nazi, dan sedih karena di akhir cerita Bruno tewas disebabkan oleh ulah ayahnya sendiri.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
19.35
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Inilah Kampung Halamanku
Saat memasuki gerbang kota ini, saya bisa langsung merasakan hawa dingin layaknya kota Bandung. Kedatangan pengunjung di kota ini langsung disambut oleh lampu-lampu yang berjejer sepanjang jalan dan juga oleh poster Bapak walikota dan wakilnya. Suasana di kota ini begitu damai, karena tidak pernah terjadi kemacetan di sepanjang jalan, pemukiman warga pun tidak begitu padat dan masih terdapat banyak sawah. Kota ini berjarak dua belas kilometer dari kota Padang dan Di perjalanan menuju pasar tradisional, suasananya sudah seperti di kota besar, banyak bangunan, seperti sekolah, masjid, gereja, dan perkantoran. Disinilah pusat aktifitas masyarakat kota ini.Berangkat dari pasar tradisional, saya ajak anda menuju daerah bukit surungan yang selalu dilewati oleh kendaraan yang akan menuju kota Bukittinggi. Di daerah ini masih didominasi oleh perumahan warga, selebihnya hanya terdapat sedikit bangunan besar, seperti satu rumah sakit, masjid, dan sekolah, di daerah ini lah aku menjalani pendidikan madrasah tsanawiyah. Di dekat daerah bukit surungan, terdapat satu desa yang bernama paninjauan, daerah inilah yang benar-benar disebut dengan desa, bahasa dan logatnya berbeda dengan daerah-daerah lain di kota ini, lebih susah dimengerti dibandingkan dengan bahasa minang biasanya, saya pun sebagai orang minang mengalami kesulitan dalam memahami bahasa penduduk Paninjauan ini
Posted by
Jelsy Triwidya
at
19.34
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Antara Sebuah Minat dan Prinsip
Saat mendengar nama Unit Kesenian Mahasiswa (UKM) Krida Budaya Universitas Indonesia, saya mulai tertarik untuk menggali info tentang kegiatan di UKM tersebut. Setelah mengetahui informasi tentang UKM ini, ternyata kegiatan yang dilakukan berupa latihan tari dan musik tradisional, latihan itu diadakan untuk mengisi beberapa show, acara-acara besar di universitas maupun di luar universitas, sampai untuk misi budaya ke luar negeri, seperti Spanyol, Amerika, dan Prancis. Di antara semua UKM yang saya lihat dan ketahui, UKM Krida Budaya lah yang paling menarik hati saya.
Sewaktu duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, seorang guru kesenian datang ke kelas saya untuk merekrut murid-murid agar mau menjadi pengisi acara perpisahan siswa kelas enam sebagai penari indang. Awalnya saya sama sekali tidak tertarik, karena sewaktu itu yang terfikir oleh saya hanya lah belajar, belajar, dan belajar. Karena saya adalah murid kesayangan wali kelas saat itu, saya ditunjuk untuk mengikuti tari indang, saya benar-benar tidak kuasa menolak tawaran tersebut, karna saya adalah satu-satunya murid yang ditunjuk langsung oleh wali kelas. Saya hanya mengangguk pelan sebagai tanda persetujuan. Latihan demi latihan saya jalani, ternyata saya sangat menikmati hal tersebut. Saat menari, saya benar-benar merasa menjadi diri sendiri, mengikuti setiap alunan gerakan dan musik dengan ekspresif dan gemulai merupakan kesenangan tersendiri bagi saya. Sampai kelas enam sekolah dasar, saya dan lima teman lainnya selalu ditunjuk sebagai perwakilan sekolah untuk mengisi acara ataupun untuk mengikuti berbagai perlombaan.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
19.33
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Pentingnya Berbahasa Inggris
Kemampuan berbahasa inggris sangat diperlukan, apalagi di dunia modern seperti sekarang ini. Globalisasi yang semakin meluas membuat dunia seakan tanpa batas. Komunikasi yang dilakukan antar negara merupakan hal yang sangat biasa terjadi seiring dengan beredarnya produk-produk yang semakin canggih, semakin meningkatnya kerjasama antar negara dan meluasnya jejaring sosial di dunia maya. Untuk melakukan komunikasi antar negara, kita membutuhkan suatu bahasa internasional yang bisa dimengerti oleh semua orang, yaitu bahasa inggris. Contoh sederhananya, untuk melakukan komunikasi dengan teman facebook yang ternyata adalah warga negara Brazil, tentunya kita sebagai orang Indonesia dan dia sebagai orang Brazil tidak bisa menggunakan bahasa masing-masing untuk membangun sebuah komunikasi. Maka di saat ini lah bahasa Inggris dibutuhkan.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
19.32
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Psikologi; Pertama dan Satu-satunya
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia adalah pilihan pertama saya dan satu-satunya saat pemilihan jurusan untuk SNMPTN Undangan, namun tak semua yang kita harapkan, bisa tercapai dan dikabulkan oleh Tuhan. Saat gagal di jalur SNMPTN Undangan, saya makin bersemangat dan termotivasi untuk belajar lebih rajin lagi agar keinginan saya untuk bisa kuliah di fakultas psikologi Universitas Indonesia tidak sekadar menjadi angan-angan belaka, namun bisa terwujud ke dalam kehidupan nyata. Oleh sebab itu, saya benar-benar harus berjuang keras di jalur SNMPTN tertulis.
Ketertarikan saya pada jurusan psikologi berawal dari keikutsertaan saya pada prigram ekstrakurikuler SMA yaitu SKR (Sanggar Konsultasi Remaja), di sana, kami dibimbing oleh mentor-mentor yang baru saja lulus dari pendidikan psikologi di Universitas Negeri Padang. Kegiatan-kefiatannya pun bermacam-macam, mulai dari problem solving, sharing, sampai acara malam keakraban dan outbound. Para anggota pun sering ikut serta dalam pelatihan concellor baik tingkat sekolah, maupun tingkat kota, para anggota juga dididik dan dilatih untuk menjadi seorang concellor yang baik. Di ekskul ini, saya merasa sangat senang dan benar-benar menikmati setiap kegiatan yang diadakan, sehingga banyak prestasi yang berhasil kami peroleh melalui beberapa kompetensi tingkat kota dan provinsi.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
19.31
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)








