Everyone has a purpose
Selasa, 17 September 2013
In life, you will realize there is a role for everyone you meet. Some will test you, some will use you, some will love you and some will teach you. But the ones who are truly important are the ones who bring out the best in you. They are the amazing people who remind you why it's worth it
Posted by
Jelsy Triwidya
at
23.25
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Dress Accordingly !
Cara kita menampilkan diri memiliki efek yang cukup besar pada cara kita bertindak. Kesimpulan dari penemuan David Mc.Raney mengatakan ketika kita berpakaian seperti seorang yang cerdas, maka kita akan berfikir bahwa kita cerdas dan sebaliknya. Meski hal ini bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan bagaimana kita berfikir mengenai diri sendiri, jangan pernah berfikir kalau pakaian yang kita kenakan tidak berpengaruh terhadap pekerjaan dan performa
Sumber
Dachis, A. (2013). Your Clothing can Affect Your Actions, So Dress Accordingly. Diakses pada 18 September 2013 dari http://lifehacker.com/your-clothing-can-affect-your-actions-so-dress-accordi-1325778173
Posted by
Jelsy Triwidya
at
23.01
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Be confident as well !
percaya pada diri sendiri menjadi keharusan, kah?
Ini adalah pertanyaanku hampir setiap malam saat sebelum tidur. Di saat instropeksi diri, di saat kita menyerap dan mengevaluasi semua hal positif dan negatif yang didapat setiap hari, di saat kita mau merubah diri menjadi lebih baik, di saat itulah pertanyaanku ini perlahan mulai terjawab.
Saat diamanahkan menjadi wakil ketua pelaksana salah satu acara fakultas semester 2 dulu, saya tidak percaya pada diri sendiri, saya tidak total bekerja, saya takut orang tidak mempercayai saya, saya takut acara nantinya gagal, saya terlalu memikirkan pandangan orang, akibatnya alur koordinasi menjadi tidak jelas, di bawah kontrol saya sebagai koordinator lapangan saat itu, acara sangat biasa saja, antar panitia juga tidak begitu kompak. Siapa yang patut disalahkan? Yap, saya yang tidak percaya diri dalam bersikap dan bertindak. Namun tetap tak kunjung mengevaluasi diri, saya menolak menjadi penanggung jawab acara salah satu acara fakultas di semester 3 lalu, karena masih belum percaya diri dan merasa beban itu terlalu berat. Setelah itu saya tidak pernah ditawari lagi menjadi panitia inti/BPH di acara fakultas. Salah siapa ? Yap tentunya bukan salah orang lain. Saat diamanahkan menjadi ketua pelaksana/ Project Officer acara baru dari paguyuban minang di kampus, saya masih ragu, masih kurang percaya diri dalam memimpin, namun tetap optimis acara itu akan sukses di bawah kendali saya. Setiap feedback positif dan negatif menjadi bahan evaluasi setiap malam selama proses persiapan acara. Saya berpikir saya bisa, total dalam bekerja, dukungan orang-orang terdekat juga menjadi kekuatan waktu itu, Alhamdulillah di akhir acara saya mendapat lebih banyak feedback positif dibanding negatif.
Penilaian terhadap diri sendiri, kritik dan saran dari orang lain, menyerap ilmu baik dari lingkungan, saya rasa cukup untuk mengevaluasi dan mengupgrade diri menjadi lebih baik. Saya kembali ditawari menjadi BPH sebagai penanggung jawab acara PSAF KAMABA 2013 (Pengenalan Sistem Akademik Fakultas Kegiatan Mahasiswa Baru) Fakultas Psikologi. Tidak ada alasan lagi untuk tidak percaya diri. Saat kita meyakini bahwa diri kita hebat, maka ia akan menjadi hebat. Alhamdulillah saat itu saya mendapat banyak feedback positif sebagai Stage Manager di hari PSAF. Efeknya tidak main-main, menjalar ke ranah lain, seperti akademik dan sosial.
Untuk ranah akademik misalnya, saya menjadi lebih percaya diri di kelas, saya mendapat tawaran menyusun naskah buku ajar untuk mata kuliah Individu Kebudayaan Masyarakat, dipilih menjadi ketua kelompok, menjadi perwakilan untuk mengikuti workshop, mendapat feedback positif untuk peragaan interviewing, dll. Hal-hal kecil seperti ini mungkin menjadi hal yang biasa bagi orang lain, namun menjadi luar biasa bagi saya yang dulunya tidak percaya diri bekerja dalam kelompok dan cenderung mengikuti saja pendapat orang lain.
Untuk hal sosial, saya menjadi tidak tergantung pada satu kelompok saja, saya menjadi lebih fleksibel dan berbaur dengan banyak kelompok. Tentunya menjadi lebih dikenal di lingkungan kampus.
Untuk hal pribadi, saya menjadi lebih terstruktur dan terencana, setelah mempertimbangkan beberapa hal, saya mengecat kamar dan mendekorasinya senyaman mungkin, membeli semua pelengkapan yang mendukung perencanaan dan kenyamanan belajar, pembagian waktu dan prioritas belajar menjadi semakin baik, saya menjadi lebih semangat dan tidak pernah telat ke kampus, membawa diri yang penuh semangat dan bisa belajar di lingkungan akademik dan sosial yang nyaman juga tentunya.
Betapa, evaluasi diri dan menjadi percaya pada diri sendiri sangat penting untuk membuat suatu perubahan besar dalam hidup seseorang. Semoga apa yang telah saya dapat, bisa terus konsisten dan menjalar dalam kehidupan selanjutnya. Mudah-mudahan hal ini bisa mendukung saya dalam membuat terobosan-terobosan yang lebih besar lagi..
Masih tidak mau percaya pada diri sendiri ? :)
Ini adalah pertanyaanku hampir setiap malam saat sebelum tidur. Di saat instropeksi diri, di saat kita menyerap dan mengevaluasi semua hal positif dan negatif yang didapat setiap hari, di saat kita mau merubah diri menjadi lebih baik, di saat itulah pertanyaanku ini perlahan mulai terjawab.
Saat diamanahkan menjadi wakil ketua pelaksana salah satu acara fakultas semester 2 dulu, saya tidak percaya pada diri sendiri, saya tidak total bekerja, saya takut orang tidak mempercayai saya, saya takut acara nantinya gagal, saya terlalu memikirkan pandangan orang, akibatnya alur koordinasi menjadi tidak jelas, di bawah kontrol saya sebagai koordinator lapangan saat itu, acara sangat biasa saja, antar panitia juga tidak begitu kompak. Siapa yang patut disalahkan? Yap, saya yang tidak percaya diri dalam bersikap dan bertindak. Namun tetap tak kunjung mengevaluasi diri, saya menolak menjadi penanggung jawab acara salah satu acara fakultas di semester 3 lalu, karena masih belum percaya diri dan merasa beban itu terlalu berat. Setelah itu saya tidak pernah ditawari lagi menjadi panitia inti/BPH di acara fakultas. Salah siapa ? Yap tentunya bukan salah orang lain. Saat diamanahkan menjadi ketua pelaksana/ Project Officer acara baru dari paguyuban minang di kampus, saya masih ragu, masih kurang percaya diri dalam memimpin, namun tetap optimis acara itu akan sukses di bawah kendali saya. Setiap feedback positif dan negatif menjadi bahan evaluasi setiap malam selama proses persiapan acara. Saya berpikir saya bisa, total dalam bekerja, dukungan orang-orang terdekat juga menjadi kekuatan waktu itu, Alhamdulillah di akhir acara saya mendapat lebih banyak feedback positif dibanding negatif.
Penilaian terhadap diri sendiri, kritik dan saran dari orang lain, menyerap ilmu baik dari lingkungan, saya rasa cukup untuk mengevaluasi dan mengupgrade diri menjadi lebih baik. Saya kembali ditawari menjadi BPH sebagai penanggung jawab acara PSAF KAMABA 2013 (Pengenalan Sistem Akademik Fakultas Kegiatan Mahasiswa Baru) Fakultas Psikologi. Tidak ada alasan lagi untuk tidak percaya diri. Saat kita meyakini bahwa diri kita hebat, maka ia akan menjadi hebat. Alhamdulillah saat itu saya mendapat banyak feedback positif sebagai Stage Manager di hari PSAF. Efeknya tidak main-main, menjalar ke ranah lain, seperti akademik dan sosial.
Untuk ranah akademik misalnya, saya menjadi lebih percaya diri di kelas, saya mendapat tawaran menyusun naskah buku ajar untuk mata kuliah Individu Kebudayaan Masyarakat, dipilih menjadi ketua kelompok, menjadi perwakilan untuk mengikuti workshop, mendapat feedback positif untuk peragaan interviewing, dll. Hal-hal kecil seperti ini mungkin menjadi hal yang biasa bagi orang lain, namun menjadi luar biasa bagi saya yang dulunya tidak percaya diri bekerja dalam kelompok dan cenderung mengikuti saja pendapat orang lain.
Untuk hal sosial, saya menjadi tidak tergantung pada satu kelompok saja, saya menjadi lebih fleksibel dan berbaur dengan banyak kelompok. Tentunya menjadi lebih dikenal di lingkungan kampus.
Untuk hal pribadi, saya menjadi lebih terstruktur dan terencana, setelah mempertimbangkan beberapa hal, saya mengecat kamar dan mendekorasinya senyaman mungkin, membeli semua pelengkapan yang mendukung perencanaan dan kenyamanan belajar, pembagian waktu dan prioritas belajar menjadi semakin baik, saya menjadi lebih semangat dan tidak pernah telat ke kampus, membawa diri yang penuh semangat dan bisa belajar di lingkungan akademik dan sosial yang nyaman juga tentunya.
Betapa, evaluasi diri dan menjadi percaya pada diri sendiri sangat penting untuk membuat suatu perubahan besar dalam hidup seseorang. Semoga apa yang telah saya dapat, bisa terus konsisten dan menjalar dalam kehidupan selanjutnya. Mudah-mudahan hal ini bisa mendukung saya dalam membuat terobosan-terobosan yang lebih besar lagi..
Masih tidak mau percaya pada diri sendiri ? :)
Posted by
Jelsy Triwidya
at
05.44
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 18 Juli 2013
I'm falling in love (again) ...
I hope I could fall for You everyday
As same as I feel today
I Love You, Allah
I hope I could fall for You everyday
As same as I feel today
I Love You, Allah
Posted by
Jelsy Triwidya
at
10.11
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Tugas Psikologi Lintas Budaya : Asal muasal "aku"
Jumat, 28 Juni 2013
Keluarga
besar saya merupakan keluarga suku minang asli, Sumatera Barat. Di keluarga
besar ayah maupun ibu tidak begitu banyak yang merantau, sehingga dalam memilih
pasangan hidup mereka cenderung memilih orang suku minang asli. Orang tua dari
ibu merupakan orang yang masih menganut kebudayaan dan adat minang yang kental.
Adat minang sangat dijunjung tinggi, mereka meletakkan adat bersanding dengan
agama. Berbeda dengan keluarga besar dari ayah, mereka lebih menekankan ajaran
islam di keluarga, namun tetap memakai adat yang telah diwariskan turun
temurun. Ayah saya pernah merantau ke ibukota Jakarta saat remaja dulu,
sehingga wawasannya lebih luas dan berpikir lebih terbuka. Jika dalam adat
minang, setelah pernikahan biasanya suami tinggal di rumah keluarga isteri,
ayah lebih memilih untuk mengontrak rumah di kota asalnya yaitu kota
Padangpanjang yang kualitas pendidikannya jauh lebih maju dari kota asal ibu,
Posted by
Jelsy Triwidya
at
01.31
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Merindukan Almh. Annisa Azwar
Kamis, 27 Juni 2013
Tiba-tiba aku berfikir, ternyata kematian semudah itu, sesimpel itu. Baru kemaren kita latihan tari payung, baru kemarennya ngobrol via sms, twitter, dan chatting. Baru kemaren ketemu di bikun, baru kemaren nginap di kos Icha atau Icha nginap di kontarakan, baru kemaren pergi rapat lanjut cerita-cerita ngalur ngidul, baru kemaren main truth or dare, baru kemaren karaokean bareng, baru kemaren bantu-bantuin penari berias untuk manggung di fakultas Icha, baru kemaren ini, itu, begitu banyak. Lalu dalam sekejap, 10 Februari 2013, aku melihat sosok Icha terbaring hening di sudut ruang kamar rumah sakit, terbungkus kain kapan dan tetap hening meski semua memusatkan perhatian pada Icha. Kamera, wartawan, keluarga, teman, dan lain-lain. Icha tetap hening.
Sambil menatap jasad yang begitu tenang, beterbangan bayangan serta kenangan bersama Icha, sikap polos, lembut, baik, sopan, kau begitu sempurna sebagai wanita cha. Setiap melatih adik-adik tari payung, aku sedih, teringat ayunan tangan dan badanmu yang begitu gemulai ketika kita latihan, melihat adik-adik tampil membawakan tari payung, wajahmu semakin merekap masuk ke pikiranku, aku rindu, senyummu yang begitu anggun ketika tampil, ah Icha. Semakin tak kuat jariku menulis cerita untukmu. Aku begitu rindu padamu, ternyata memang, kematian semudah dan sesimpel itu, sesimpel sakit perut, sesimpel tertabrak kereta api, sesimpel jatuh dari mobil, sesimpel terpeleset di kamar mandi, dan sesimpel hal lainnya. Sebentar, lalu kau pergi jauh hilang dari pandangan kami, dan pada akhirnya hanya meninggalkan kenangan. Rindu itu akan selalu ada Cha, selalu ada ketika tiba-tiba teringat wajah atau cerita tentang Icha. Sampai ketemu disana Cha, semoga kita bertemu di tempat terbaik yang telah disediakan Allah untuk kita :)
Posted by
Jelsy Triwidya
at
13.47
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Pacar tidak sama dengan suami
Perihatin, kenapa kebanyakan wanita berkerudung memamerkan foto-foto tanpa kerudung kepada pacarnya. Belum tentu jadi suami juga :)
*observasi dari 9 orang teman yang pacaran
*observasi dari 9 orang teman yang pacaran
Posted by
Jelsy Triwidya
at
12.27
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Challenge Your Self
Selasa, 11 Juni 2013
When
I’m confused with all those life, the most important to do is repairing. Trying
to repair all mistakes before and avoid apathy. Trying to fulfill all of
needs, need for achievement, for powerment, and for affiliation. First, need for
achievement, hmm could be one of the biggest hope to be invited to international
conference to present paper and essay. Second, need for empowerment? I push my
effort to be a true leader, mainly for my own self first then for others. Thing
mostly to do is learning, not imitation! take the lessons from every single
experiences I got. Challenge my own self with all environment demand which
opposite with my characteristic and personality. Not all streams must be
followed, right? Sometimes, request from
inner self isn’t always to be fulfilled, the more important is to be rejected.
Challenge the self and get the lesson from it! I’ve known my characters and
personality. I know how people think about me, so I already have self-concept, when not satisfied, it means I get survival
anxiety and it’s great which is this feeling improve the individual to change,
reject what things requested by inner self, No excuse!! Never ever let learning
anxiety decrease the intention to change. The basic tendency can be changed by
character adaptation, its like
biological bases could be change by adding positive external influence.
Last, need for affiliation easily got from the all of kindness on own self,
agreeableness will bring me and you to the tight and large social relationship. All of us need those three basic needs, the
differences are based on own target, effort and the way we complete that.
Sumangaik for me, for all of us !! J
Posted by
Jelsy Triwidya
at
13.19
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Mantan
Minggu, 30 Desember 2012
""Mantan.Bila digabung dengan pacar jadi mantan pacar.Ada banyak padanan kata mantan.Misalnya tadi,mantan pacar.Ada juga mantan bupati,mantan camat, bahkan ada mantan suami,mantan istri. Ada juga yang tidak pas bila dipadukan dengan kata lain. Tidak ada yang namanya mantan kawan,mantan sahabat, mantan ayah,mantan ibu, mantan guru. Disini kau bisa mengerti : Arti cinta sebenarnya. Tentu bila kau mau berpikir". Ini hanya menurut saya. Bukan Hadits bukan pula Firman Tuhan. Kebenarannya tidak mutlak, tetapi kesalahannya relatif. Setidaknya saya sudah berpikir sebelum menulis stat ini." by : asraWijayakarena cinta sebenarnya tidak akan menjadi mantan
I like it#okesip -Detrisno, 2012.
http://asrawijaya10.blogspot.com/2012/12/mantan.html
Posted by
Jelsy Triwidya
at
10.08
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rindu
Minggu, 01 April 2012
Sudah lama kalian tidak mengirimkan saya ini teman. Betapa rindu untuk membaca pesan-pesan singkat penyejuk kalbu. Pagi ini ku terjaga dan mendapati pesan singkat yang menggetarkan hati
"Allah menitipkan cintaNya ketika kita bangun pagi ini, ketika kita membasuh muka dnegan air wudhu dan kita dapati bahwa Allah telah memberi kita kesempatan satu hari lagi untuk kembali menghias catatan amal kita, maka tersenyumlah, dan berjanjilah kita akan membuat segalanya lebih baik hari ini"
Sungguh aku terjaga dalam kelalaian.
"Allah menitipkan cintaNya ketika kita bangun pagi ini, ketika kita membasuh muka dnegan air wudhu dan kita dapati bahwa Allah telah memberi kita kesempatan satu hari lagi untuk kembali menghias catatan amal kita, maka tersenyumlah, dan berjanjilah kita akan membuat segalanya lebih baik hari ini"
Sungguh aku terjaga dalam kelalaian.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
04.34
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Let it flow
Kamis, 15 Maret 2012
Sungai itu terlalu dalam, dan aku ikut terhanyut di dalamnya
Angin itu terlalu kencang, dan aku ikut terbang di atasnya
Posted by
Jelsy Triwidya
at
04.00
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Yang terabaikan
Minggu, 11 Maret 2012
Dua sosok yang mungkin terabaikan di lingkungannya, ya, itu temanku di kampus, berjalan dengan akrabnya. Satu, sosok ketabahan dan kegigihan seorang tuna netra. Prinsipnya sekeras batu, mandiri dan tak ingin dikasihani. Usahanya begitu keras, kegigihan dan kesabaran tergambar jelas di raut wajahnya. Meski tak mampu melihat senyuman namun selalu tersenyum, seakan begitu mengerti arti sebuah senyuman. Dua, sosok aneh (begitu orang menyebutnya) namun cerdas, ia seakan memiliki dunia dan pemikiran sendiri yang begitu sulit ditebak, senantiasa membimbing dengan menggandeng tangan si tuna netra. Terlihat seperti seorang kawan yang setia. Tulus, itulah kata pertama yang terlintas saat melihatnya. Malu, tidak ada kata itu untukku, begitu yang aku baca dalam hatinya. Mereka bergandengan dengan erat dan tak lupa menebar senyuman, mata yang memandang mengucapkan kata kagum kepada hati yang merasa. Bibirku perlahan melengkung sebagai pertanda kekaguman. Masih terekam jelas pemandangan di siang itu, saat menunggu bis di halte stasiun. Senin, 27 Februari 2012 .
Posted by
Jelsy Triwidya
at
03.10
2
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Terlupa
Seakan berlalu begitu saja, ucapan dan nasihat setiap berbincang, beberapa pesan yang tak pernah lupa diucap. Mengiyakan dengan segera, hanya memberi tanda pasti akan dilaksanakan, seakan memang benar akan dipatuhi. Tapi TIDAK !! angin berlalu dan semua yang terucap musnah terabaikan, terabaikan oleh dunia, dunia sesaat yang tak menjanjikan. Seakan ia terdusta dengan kata tegas YA, merasa lega dengan jawaban itu. Namun penguasa jiwa masih sangat kuat, peguasa jahat penghuni neraka. Inikah kemunafikan ?
Posted by
Jelsy Triwidya
at
03.06
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Good bye, Dorm
Jumat, 09 Maret 2012
Temen-temen asrama itu banyaaak banget, walaupun ga bisa kenal semuanya, tapi makasih banyak buat pertemanannya, aku jadi ngerasa punya indonesia kecil disini, anak dari sabang sampai merauke ada di asrama ini. Terimakasih teman-teman nusantara, sampai ketemu di lain waktu
Posted by
Jelsy Triwidya
at
02.48
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Dia yang merasa
Senin, 27 Februari 2012
Aneh ya teman-teman, ada seorang teman saya yang setiap saat meminta doa kepada keluarga dan teman-teman lamanya agar sukses di perkuliahan, sukses di dunia pekerjaan, dan sukses di masa depan, tapi saat meminta doa itu, tidakkah ia sadar kalau ia harus berusaha semaksimal mungkin agar ia harus bisa menjadi orang sukses, ia hanya eminta doa namun tak berusaha semaksimal mungkin, ia malas mengikuti kegiatan-kegiatan di kampus, ia malas mengikuti kegiatan di luar kampus, ia malas belajar, ia malas ke perpustakaan, ia malas mengerjakan tugas, ia malas mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa, lalu apa yang tidak ia malaskan ? ia tidak malas untuk mengobrol, ia tida malas untuk online duduk di depan laptop berjam-jam hingga larut malam hanya untuk menstalking orang, atau bercerita yang kadang tidak berguna dan tidak berkualitas, ia tak melakukan kegiatan yang produktif sedikitpun, lalu apakah terpikirkan olehnya apa cerita orang tuanya di rumah, anggapan teman-teman lamanya yang tak seberuntung dirinya, ia kuliah di Universitas Indonesia, tapi sebenarnya kualitasnya tak lebih sedikitpun dari pada mahasiswa yang berkuliah di Universitas daerah.
Biaya yang dikeluarkan sudah terlalu banyak, ia sering nmenggunakannya hanya untuk membeli sesuatu yang tidak berguna, sesuatu untuk kepuasan sementara, ia tidak menyeimbangkan pengeluaran tersebut dengan pemasukkan ilmu, uang yang dikeluarkan seharusnya digantikan dengan ilm yang masuk, untuk medapatkan ilmu tersebut sebenarnya sangatlah mahal, saat ia medapat kesempatan itu, ia tak memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, dulu ia berharap bisa punya kesmpatan ini dan itu, tapi karena event yang diharapkan tidak pernah ada di daerahnya, hanya ada di kota besar, namun sekarang ia berada di kota besar, ia memiliki kesempatan yang banyak untuk mengikuti apapun yang dulu ia harapkan, tapi karena kemalasan dan kegalauan belaka, ia memilih untuk diam dan mengurungkan diri di kamar asrama, ia percuma tinggal d kota besar dengan fasilitas superbanyak, tapi ia layaknya orang desa yang mengurung diri di dalam kamar, sibuk chatting dengan teman lama, tanpa menambah ilmu sedikitpun, ia tidak tau mau jadi apa dan bagaimana selama kuliah di UI, dan setelah menamatkan kuliahnya di UI, tapi anehnya ia selalu meminta dioakan agar sukses, pertanyaannya, pengen sukses jadi apa dan seperti apa ? hmmm, mudah-mudahan ia cepat sadar dan memfokuskan dirinya untuk masa depan tanpa meninggalkan kewajibannya kepa Tuhannya, tanpa lupa mendoakan ayah ibunya, tanpa lupa melupakan orang-orang yang telah berjasa banyak untuk kesuksesannya sampai saat ini, tanpa merendahkan siapapun, dengan segala niat ikhlas dan hati yang lapang. Mudah-mudahan ia segera bangkit dengan segera dan mejadi orang sukses di dunia dan akhirat.
Posted by
Jelsy Triwidya
at
07.08
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Job Part II
Alhamdulillah, kata pertama yang terucap setelah selesai menampilkan sebuah tari kebanggaan rang minang, tari piriang. Saya, Vinny, Dina, Geni, dan para pemusik lainnya mendapat panggilan untuk menampilkan sebuah tari minang untuk acara pembukaan farewell party bem ui periode 2011, pada acara pembukaan itu ditampilkan empat macam tari dari berbagai daerah di nusantara, yaitu tari piring yang berasal dari Sumatera Barat, tari kipas dari Makassar, tari none dari betawi, tari Bali, dan terakhir kami menari bersama dengan backsound rasa sayange yang berasal dari daerah aAmbon. Kami kebetulan mendapat giliran tampil pertama.
Awalnya kami kaget melihat pentas kecil di aula terapung perpustakaan pusat, bagaimana bisa menari dengan lincah dan gerakan ekstrim dengan pentas yang ukurannya kira-kira hanya dua langkah kaki. Akhirnya kami memutuskan untuk menari di bawah pentas. Deg-deg an, itulah perasaan yang dirasakan, karena kami akan tampil di depan anak-anak bem tingkat universitas yang biasanya hanya dilihat di acara-acara besar kampus, yang biasanya mereka berorasi dengan lantang. Kini mereka dengan menggunakan jas dan baju kebaya menonton kami pada pembukaan acara. Apa lagi pengalaman menari di acara besar seperti ini sangat lah kurang. Tapi berkat latihan yang serius (lebih banyak ga seriusnya sih) dan koordinasi antar penari dan pemusik yang bagus, akhirnya kami tampil dengan hasil yang memuaskan, meski terdapat sedikit kesalahan di bagian akhir tari. Tari piring yang ditampilkan adalah tari piring modern dan enerjik. Di akhir tarian, kami memecahkan piring yang sebelumnya belum pernah dilakukan saat latihan, bukan penonton saja yang kaget, kami pun para penari ikut kaget melihat serpihan-serpihan piring yang begitu cepat pecah. Setelah penampilan kami mengambil beberapa foto dengan Bang Faldo yang baru saja terpilih menjadi ketua bem ui periode 2012, dan dengan para penari dari daerah lain, kemudian bersegera mengganti kostum dan menghapus riasan yang tadinya dikenakan sendiri. Setelah itu kami makan di depan restoran korea di dekat aula terapung tersebut tanpa penerangan sedikitpun, ya sedikit lampu senter hp dan satu lilin yang diambil Vinny secara diam-diam, ya cukuplah untuk menerangi area makan malam itu. Kami makan bersama-sama sambil bercerita, mengulas balik kejadian dan konflik yang terjadi sebelum penampilan, dan juga sambil online untuk membuka facebook dan update status. Atmosfir yang dirasakan jauh berbeda dengan suasana setelah penampilan di aryaduta hotel dulu, saat itu rasanya adalah penampilan yang sangat memalukan, bukan hanya tariannya saja, tapi musik dan juga koordinasi yang kacau. Harapan kami untuk selanjutnya mudah-mudahan lebih sering dipanggil untuk tampil di berbagai acara dan tawaran pun naik menjadi dua kali lipat.
Esok harinya, agenda dilanjutkan dengan pergi bersenang-senang merayakan keberhasilan dan membayar kepenatan selama latihan denga pergi makan-makan dan karaokean. Meski pun tidak semua anggota yang datang, kami tetap merasa enjoy dan fun. Apalagi sama pria-pria mantan RSJ, Akhirnya kami pulang sekitar jam sebelas karena mampir dulu ke hypermart membeli beberapa keperluan. Kami pulang dengan hati senang gembira
Awalnya kami kaget melihat pentas kecil di aula terapung perpustakaan pusat, bagaimana bisa menari dengan lincah dan gerakan ekstrim dengan pentas yang ukurannya kira-kira hanya dua langkah kaki. Akhirnya kami memutuskan untuk menari di bawah pentas. Deg-deg an, itulah perasaan yang dirasakan, karena kami akan tampil di depan anak-anak bem tingkat universitas yang biasanya hanya dilihat di acara-acara besar kampus, yang biasanya mereka berorasi dengan lantang. Kini mereka dengan menggunakan jas dan baju kebaya menonton kami pada pembukaan acara. Apa lagi pengalaman menari di acara besar seperti ini sangat lah kurang. Tapi berkat latihan yang serius (lebih banyak ga seriusnya sih) dan koordinasi antar penari dan pemusik yang bagus, akhirnya kami tampil dengan hasil yang memuaskan, meski terdapat sedikit kesalahan di bagian akhir tari. Tari piring yang ditampilkan adalah tari piring modern dan enerjik. Di akhir tarian, kami memecahkan piring yang sebelumnya belum pernah dilakukan saat latihan, bukan penonton saja yang kaget, kami pun para penari ikut kaget melihat serpihan-serpihan piring yang begitu cepat pecah. Setelah penampilan kami mengambil beberapa foto dengan Bang Faldo yang baru saja terpilih menjadi ketua bem ui periode 2012, dan dengan para penari dari daerah lain, kemudian bersegera mengganti kostum dan menghapus riasan yang tadinya dikenakan sendiri. Setelah itu kami makan di depan restoran korea di dekat aula terapung tersebut tanpa penerangan sedikitpun, ya sedikit lampu senter hp dan satu lilin yang diambil Vinny secara diam-diam, ya cukuplah untuk menerangi area makan malam itu. Kami makan bersama-sama sambil bercerita, mengulas balik kejadian dan konflik yang terjadi sebelum penampilan, dan juga sambil online untuk membuka facebook dan update status. Atmosfir yang dirasakan jauh berbeda dengan suasana setelah penampilan di aryaduta hotel dulu, saat itu rasanya adalah penampilan yang sangat memalukan, bukan hanya tariannya saja, tapi musik dan juga koordinasi yang kacau. Harapan kami untuk selanjutnya mudah-mudahan lebih sering dipanggil untuk tampil di berbagai acara dan tawaran pun naik menjadi dua kali lipat.
Esok harinya, agenda dilanjutkan dengan pergi bersenang-senang merayakan keberhasilan dan membayar kepenatan selama latihan denga pergi makan-makan dan karaokean. Meski pun tidak semua anggota yang datang, kami tetap merasa enjoy dan fun. Apalagi sama pria-pria mantan RSJ, Akhirnya kami pulang sekitar jam sebelas karena mampir dulu ke hypermart membeli beberapa keperluan. Kami pulang dengan hati senang gembira
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.42
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Halo MAMA
Halo mama, apa kabar disana ? semoga selalu kuat seperti biasa yaa, kuat fisik dan hati menghadapi dunia yang keras ini. Amiin. Tepat hari ini anakmu ini telah berusia delapan belas tahun, itu artinya kurang lebih sudah 6.570 hari Mama telah menjadi ibuku, telah mendidikku, merangkul, dan mengasihiku. Di hari spesial ini aku tak berada dekat dengan mama, tapi hati kita begitu dekat bukan? Mama tetap selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat hari lahir padaku, kata mama ia harus selalu jadi orang pertama yang mengucapkannya, karena dialah yang melahirkan anak kecil itu, dia yang selalu berada di samping anak bayi itu saat tanggal 13 November itu datang, ia yang mengorganisir semua perayaan ulang tahun anak ingusan itu di rumah dan sekolah, ia yang berdoa dengan sepenuh hati untuk kesuksesan anak manja itu. Mama biasanya selalu bertanya siapa orang yang pertama mengucapkan ulang tahun sebelum mama, ternyata memang tidak ada, jawabannya selalu MAMA <3. Ternyata usaha mama keras banget yah, sampai-sampai minum kopi untuk begadang menunggu jam duabelas lewat satu detik datang. Hal inilah yang membuat hari ulang tahunku terasa berbeda dan benar-benar special. Terimakasih mama untuk setiap tetes keringat yang dikeluarkan untuk membesarkanku, terimakasih atas kesabaran mendengarkan celotehku, permintaanku, dan harapanku. Terimakasih untuk banyak hal yang abstrak, yang tak terlihat, dan yang kadang tak disadari, meski jasad tak sempurna, namun hatimu selalu sempurna untukku bukan ? Love you Mama :’)) -13 Nov 2011-
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.34
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
No Galau Anymore
Kamis, 01 Desember 2011
GALAU, kapan ya kata itu bisa hilang dalam peredaran zaman? kenapa semakin direalisasikan dan dilafazkan terus menerus, semakin hari semakin booming di pasaran. Banyak umat yang bangga dengan status GALAU, padahal kasihan, sebenarnya mereka sedang menjatuhkan harga sendiri. Harga? harga apa ? yah, harga untuk dihargai.
Alangkah indahnya kegalauan yang dimiliki oleh setiap insan di bumi Indonesia ini bisa direalisasikan dengan indah, dengan bingkisan semangat membara, dengan pita-pita pemikiran yang dalam dan panjang, serta dengan hadiah kontribusi yang berharga.
Saya akan berjuang dan saya tunggu anda.
say "NO GALAU anymore", teens !!! :D
Alangkah indahnya kegalauan yang dimiliki oleh setiap insan di bumi Indonesia ini bisa direalisasikan dengan indah, dengan bingkisan semangat membara, dengan pita-pita pemikiran yang dalam dan panjang, serta dengan hadiah kontribusi yang berharga.
Saya akan berjuang dan saya tunggu anda.
say "NO GALAU anymore", teens !!! :D
Posted by
Jelsy Triwidya
at
02.26
2
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Endless Love
Selasa, 15 November 2011
Hari itu jumat 25 April 2008, ayahku dibawa ke rumah sakit karena panasnya yang tak kunjung turun, panas badannya layaknya panas setrika. Ibuku sangat cemas, ia tak tahu harus melakukan apa, sebelumnya di antara kami tidak ada yang pernah masuk rumah sakit. Kami juga tidak memiliki kendaraan roda empat, sehingga ibu harus menghubungi saudara dulu agar bisa membawa ayah ke rumah sakit. Malam itu juga, ayah langsung dibawa ke rumah sakit. Perasaanku tidak begitu cemas karena aku pikir itu hanya demam biasa dan akan sembuh dengan cepat kalau dibawa ke rumah sakit. Aku terpaksa harus tinggal di rumah, selain kapasitas mobilnya yang tidak memadai, aku juga harus menjaga adikku dan mempersiapkan diri untuk ke sekolah esok pagi. Karena tidak tega meninggalkan aku bersaudara di rumah, akhirnya tanteku membawa kami ke rumahnya dan mengurus segala urusan dan keperluan sekolah untuk esok.
Sepulang dari sekolah, aku langsung buru-buru ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor, saat memasuki ruangan dimana ayah dirawat, aku sontak kaget,
Posted by
Jelsy Triwidya
at
13.16
3
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Why Psychology ???
Kamis, 10 November 2011
When I attend university, I wanna choose psychology science, there are many reasons for that. First, I like motivating people, it began when I often give advice to my sisters and sometimes my brother. To motivate someone, we need a science for that. For me, treating the sentiment side of someone give me ownsatisfication than to treat the people from body side. Second, I begin loving psychology since I was active in PIK RR activities, it is an organization which has the function to help the teenagers to solve their problem esspecially about reproduction health. Moreover I got the opportunity to study comparative to Bandung to get more knowledge about it. The kinds of activities are concelling, giving many ways to solve the problem to the clients and trying to minimize the naughtiness of teenagers as we know that the teenager is the next generation who will give many influences things for this country. I think it’s so interesting for me and give the inspirations for my soul. Third, I wanna motivate the children from their young age to care about Indonesia’s future, by giving many motivations since in young age, I hope the children who will be a leader and influental persons in the future want to care about Indonesia’s future and they don’t be shy to use Indonesia’s cultures and products
Posted by
Jelsy Triwidya
at
06.29
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)




