About me

Tugas Psikologi Lintas Budaya : Asal muasal "aku"

Jumat, 28 Juni 2013

    Keluarga besar saya merupakan keluarga suku minang asli, Sumatera Barat. Di keluarga besar ayah maupun ibu tidak begitu banyak yang merantau, sehingga dalam memilih pasangan hidup mereka cenderung memilih orang suku minang asli. Orang tua dari ibu merupakan orang yang masih menganut kebudayaan dan adat minang yang kental. Adat minang sangat dijunjung tinggi, mereka meletakkan adat bersanding dengan agama. Berbeda dengan keluarga besar dari ayah, mereka lebih menekankan ajaran islam di keluarga, namun tetap memakai adat yang telah diwariskan turun temurun. Ayah saya pernah merantau ke ibukota Jakarta saat remaja dulu, sehingga wawasannya lebih luas dan berpikir lebih terbuka. Jika dalam adat minang, setelah pernikahan biasanya suami tinggal di rumah keluarga isteri, ayah lebih memilih untuk mengontrak rumah di kota asalnya yaitu kota Padangpanjang yang kualitas pendidikannya jauh lebih maju dari kota asal ibu,

Merindukan Almh. Annisa Azwar

Kamis, 27 Juni 2013

Tiba-tiba aku berfikir, ternyata kematian semudah itu, sesimpel itu. Baru kemaren kita latihan tari payung, baru kemarennya ngobrol via sms, twitter, dan chatting. Baru kemaren ketemu di bikun, baru kemaren nginap di kos Icha atau Icha nginap di kontarakan, baru kemaren pergi rapat lanjut cerita-cerita ngalur ngidul, baru kemaren main truth or dare, baru kemaren karaokean bareng, baru kemaren bantu-bantuin penari berias untuk manggung di fakultas Icha, baru kemaren ini, itu, begitu banyak. Lalu dalam sekejap, 10 Februari 2013, aku melihat sosok Icha terbaring hening di sudut ruang kamar rumah sakit, terbungkus kain kapan dan tetap hening meski semua memusatkan perhatian pada Icha. Kamera, wartawan, keluarga, teman, dan lain-lain. Icha tetap hening. 
Sambil menatap jasad yang begitu tenang, beterbangan bayangan serta kenangan bersama Icha, sikap polos, lembut, baik, sopan, kau begitu sempurna sebagai wanita cha. Setiap melatih adik-adik tari payung, aku sedih, teringat ayunan tangan dan badanmu yang begitu gemulai ketika kita latihan, melihat adik-adik tampil membawakan tari payung, wajahmu semakin merekap masuk ke pikiranku, aku rindu, senyummu yang begitu anggun ketika tampil, ah Icha. Semakin tak kuat jariku menulis cerita untukmu. Aku begitu rindu padamu, ternyata memang, kematian semudah dan sesimpel itu, sesimpel sakit perut, sesimpel tertabrak kereta api, sesimpel jatuh dari mobil, sesimpel terpeleset di kamar mandi, dan sesimpel hal lainnya. Sebentar, lalu kau pergi jauh hilang dari pandangan kami, dan pada akhirnya hanya meninggalkan kenangan. Rindu itu akan selalu ada Cha, selalu ada ketika tiba-tiba teringat wajah atau cerita tentang Icha. Sampai ketemu disana Cha, semoga kita bertemu di tempat terbaik yang telah disediakan Allah untuk kita :)

Pacar tidak sama dengan suami

Perihatin, kenapa kebanyakan wanita berkerudung memamerkan foto-foto tanpa kerudung kepada pacarnya. Belum tentu jadi suami juga :)

*observasi dari 9 orang teman yang pacaran

Challenge Your Self

Selasa, 11 Juni 2013


When I’m confused with all those life, the most important to do is repairing. Trying to repair all mistakes before and avoid apathy. Trying to fulfill all of needs, need for achievement, for powerment, and for affiliation. First, need for achievement, hmm could be one of the biggest hope to be invited to international conference to present paper and essay. Second, need for empowerment? I push my effort to be a true leader, mainly for my own self first then for others. Thing mostly to do is learning, not imitation! take the lessons from every single experiences I got. Challenge my own self with all environment demand which opposite with my characteristic and personality. Not all streams must be followed, right?  Sometimes, request from inner self isn’t always to be fulfilled, the more important is to be rejected. Challenge the self and get the lesson from it! I’ve known my characters and personality. I know how people think about me, so I already have self-concept, when  not satisfied, it means I get survival anxiety and it’s great which is this feeling improve the individual to change, reject what things requested by inner self, No excuse!! Never ever let learning anxiety decrease the intention to change. The basic tendency can be changed by character adaptation, its like  biological bases could be change by adding positive external influence. Last, need for affiliation easily got from the all of kindness on own self, agreeableness will bring me and you to the tight and large social relationship.  All of us need those three basic needs, the differences are based on own target, effort and the way we complete that. Sumangaik for me, for all of us !! J

Mantan

Minggu, 30 Desember 2012



"‎"Mantan.Bila digabung dengan pacar jadi mantan pacar.Ada banyak padanan kata mantan.Misalnya tadi,mantan pacar.Ada juga mantan bupati,mantan camat, bahkan ada mantan suami,mantan istri. Ada juga yang tidak pas bila dipadukan dengan kata lain. Tidak ada yang namanya mantan kawan,mantan sahabat, mantan ayah,mantan ibu, mantan guru. Disini kau bisa mengerti : Arti cinta sebenarnya. Tentu bila kau mau berpikir". Ini hanya menurut saya. Bukan Hadits bukan pula Firman Tuhan. Kebenarannya tidak mutlak, tetapi kesalahannya relatif. Setidaknya saya sudah berpikir sebelum menulis stat ini." by : asraWijaya
karena cinta sebenarnya tidak akan menjadi mantan
I like it#okesip -Detrisno, 2012.




http://asrawijaya10.blogspot.com/2012/12/mantan.html

Rindu

Minggu, 01 April 2012

Sudah lama kalian tidak mengirimkan saya ini teman. Betapa rindu untuk membaca pesan-pesan singkat penyejuk kalbu. Pagi ini ku terjaga dan mendapati pesan singkat yang menggetarkan hati

"Allah menitipkan cintaNya ketika kita bangun pagi  ini, ketika kita membasuh muka dnegan air wudhu dan  kita dapati bahwa Allah telah memberi kita kesempatan satu hari lagi untuk kembali menghias catatan amal kita, maka tersenyumlah, dan berjanjilah kita akan membuat segalanya lebih baik hari ini"

Sungguh aku terjaga dalam kelalaian.

Let it flow

Kamis, 15 Maret 2012



Sungai itu terlalu dalam, dan aku ikut terhanyut di dalamnya
Angin itu terlalu kencang, dan aku ikut terbang di atasnya

Yang terabaikan

Minggu, 11 Maret 2012




Dua sosok yang mungkin terabaikan di lingkungannya, ya, itu temanku di kampus, berjalan dengan akrabnya. Satu, sosok ketabahan dan kegigihan seorang tuna netra. Prinsipnya sekeras batu, mandiri dan tak ingin dikasihani. Usahanya begitu keras, kegigihan dan kesabaran tergambar jelas di raut wajahnya. Meski tak mampu melihat senyuman namun selalu tersenyum, seakan begitu mengerti arti sebuah senyuman. Dua, sosok aneh (begitu orang menyebutnya) namun cerdas, ia seakan memiliki dunia dan pemikiran sendiri yang begitu sulit ditebak, senantiasa membimbing dengan menggandeng tangan si tuna netra. Terlihat seperti seorang kawan yang setia. Tulus, itulah kata pertama yang terlintas saat melihatnya. Malu, tidak ada kata itu untukku, begitu yang aku baca dalam hatinya. Mereka bergandengan dengan erat dan tak lupa menebar senyuman, mata yang memandang mengucapkan kata kagum kepada hati yang merasa. Bibirku perlahan melengkung sebagai pertanda kekaguman. Masih terekam jelas pemandangan di siang itu, saat menunggu bis di halte stasiun. Senin, 27 Februari 2012 . 

Terlupa

Seakan berlalu begitu saja, ucapan dan nasihat setiap berbincang, beberapa pesan yang tak pernah lupa diucap. Mengiyakan dengan segera, hanya memberi tanda pasti akan dilaksanakan, seakan memang benar akan dipatuhi. Tapi TIDAK !! angin berlalu dan semua yang terucap musnah terabaikan, terabaikan oleh dunia, dunia sesaat yang tak menjanjikan. Seakan ia terdusta dengan kata tegas YA, merasa lega dengan jawaban itu. Namun penguasa jiwa masih sangat kuat, peguasa jahat penghuni neraka. Inikah kemunafikan ?

Good bye, Dorm

Jumat, 09 Maret 2012


Hmmm miris, kata pertama liat fotonya. Ya, surat keterangan keluar asrama. Waktu ngurus suratnya sih biasa-biasa aja, tapi waktu bener-bener ninggalin asramanya, jadi gak kuat. . Biasanya kalo malam di E2 lantai empat pasti heboh, ada aja hal-hal lucu, aneh, bahkan serem yang kita kerjain. Bareng ikky, nae, tari, laksmi, kak steph dan vinny. Kalo ada yang susah, kita sama-sama saling ngebantu, kalo ada yang pulang dari pergi-pergi (yah..bahasanya -_-) pasti bawain oleh-oleh makanan, kalo ada berita bagus pasti langsung dibagi malemnya, kalo malam sabtu atau malam minggu kita biasanya nonton film-film so sweet, jadul, dan galau. Serasa kumpulan cewe-cewe jomblo, eh ga kok ._.  Apalagi si laksmi sekarang udah punya tv, kalo lagi suntuk tinggal belajar atau bikin tugas aja di kamarnya dia, atau ke kamar kiky nonton video-video terbarunya (biasanya tiap hari ada yang baru), atau ke kamar tari, kak steph, dan nae cuma buat ngusil, cerita-cerita dan minta makanan :D . Makasii gadis-gadis E2 lt.4 , walaupun capek naik ke atas, tapi kalo udah di atas bahagia banget yah, ngegalau sambil liat pemandangan kota jakarta di malam hari

Temen-temen asrama itu banyaaak banget, walaupun ga bisa kenal semuanya, tapi makasih banyak buat pertemanannya, aku jadi ngerasa punya indonesia kecil disini, anak dari sabang sampai merauke ada di asrama ini. Terimakasih teman-teman nusantara, sampai ketemu di lain waktu 

Dia yang merasa

Senin, 27 Februari 2012

Aneh ya teman-teman, ada seorang teman saya yang setiap saat meminta doa kepada keluarga dan teman-teman lamanya agar sukses di perkuliahan, sukses di dunia pekerjaan, dan sukses di masa depan, tapi saat meminta doa itu, tidakkah ia sadar kalau ia harus berusaha semaksimal mungkin agar ia harus bisa menjadi orang sukses, ia hanya eminta doa namun tak berusaha semaksimal mungkin, ia malas mengikuti kegiatan-kegiatan di kampus, ia malas mengikuti kegiatan di luar kampus, ia malas belajar, ia malas ke perpustakaan, ia malas mengerjakan tugas, ia malas mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa, lalu apa yang tidak ia malaskan ? ia tidak malas untuk mengobrol, ia tida malas untuk online duduk di depan laptop berjam-jam hingga larut malam hanya untuk menstalking orang, atau bercerita yang kadang tidak berguna dan tidak berkualitas, ia tak melakukan kegiatan yang produktif sedikitpun, lalu apakah terpikirkan olehnya apa cerita orang tuanya di rumah, anggapan teman-teman lamanya yang tak seberuntung dirinya, ia kuliah di Universitas Indonesia, tapi sebenarnya kualitasnya tak lebih sedikitpun dari pada mahasiswa yang berkuliah di Universitas daerah.
Biaya yang dikeluarkan sudah terlalu banyak, ia sering nmenggunakannya hanya untuk membeli sesuatu yang tidak berguna, sesuatu untuk kepuasan sementara, ia tidak menyeimbangkan pengeluaran tersebut dengan pemasukkan ilmu, uang yang dikeluarkan seharusnya digantikan dengan ilm yang masuk, untuk medapatkan ilmu tersebut sebenarnya sangatlah mahal, saat ia medapat kesempatan itu, ia tak memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, dulu ia berharap bisa punya kesmpatan ini dan itu, tapi karena event yang diharapkan tidak pernah ada di daerahnya, hanya ada di kota besar, namun sekarang ia berada di kota besar, ia memiliki kesempatan yang banyak untuk mengikuti apapun yang dulu ia harapkan, tapi karena kemalasan dan kegalauan belaka, ia memilih untuk diam dan mengurungkan diri di kamar asrama, ia percuma tinggal d kota besar dengan fasilitas superbanyak, tapi ia layaknya orang desa yang mengurung diri di dalam kamar, sibuk chatting dengan teman lama, tanpa menambah ilmu sedikitpun, ia tidak tau mau jadi apa dan bagaimana selama kuliah di UI, dan setelah menamatkan kuliahnya di UI, tapi anehnya ia selalu meminta dioakan agar sukses, pertanyaannya, pengen sukses jadi apa dan seperti apa ? hmmm, mudah-mudahan ia cepat sadar dan memfokuskan dirinya untuk masa depan tanpa meninggalkan kewajibannya kepa Tuhannya, tanpa lupa mendoakan ayah ibunya, tanpa lupa melupakan orang-orang yang telah berjasa banyak untuk kesuksesannya sampai saat ini, tanpa merendahkan siapapun, dengan segala niat ikhlas dan hati yang lapang. Mudah-mudahan ia segera bangkit dengan segera dan mejadi orang sukses di dunia dan akhirat.

Job Part II

Alhamdulillah, kata pertama yang terucap setelah selesai menampilkan sebuah tari kebanggaan rang minang, tari piriang. Saya, Vinny, Dina, Geni, dan para pemusik lainnya mendapat panggilan untuk menampilkan sebuah tari minang untuk acara pembukaan farewell party bem ui periode 2011, pada acara pembukaan itu ditampilkan empat macam tari dari berbagai daerah di nusantara, yaitu tari piring yang berasal dari Sumatera Barat, tari kipas dari Makassar, tari none dari betawi, tari Bali, dan terakhir kami menari bersama dengan backsound rasa sayange yang berasal dari daerah aAmbon. Kami kebetulan mendapat giliran tampil pertama.
Awalnya kami kaget melihat pentas kecil di aula terapung perpustakaan pusat, bagaimana bisa menari dengan lincah dan gerakan ekstrim dengan pentas yang ukurannya kira-kira hanya dua langkah kaki. Akhirnya kami memutuskan untuk menari di bawah pentas. Deg-deg an, itulah perasaan yang  dirasakan, karena kami akan tampil di depan anak-anak bem tingkat universitas yang biasanya hanya dilihat di acara-acara besar kampus, yang biasanya mereka berorasi dengan lantang. Kini mereka dengan menggunakan jas dan baju kebaya menonton kami pada pembukaan acara. Apa lagi pengalaman menari di acara besar seperti ini sangat lah kurang. Tapi berkat latihan yang serius (lebih banyak ga seriusnya sih) dan koordinasi antar penari dan pemusik yang bagus, akhirnya kami tampil dengan hasil yang memuaskan, meski terdapat sedikit kesalahan di bagian akhir tari. Tari piring yang  ditampilkan adalah tari piring modern dan enerjik. Di akhir tarian, kami memecahkan piring yang sebelumnya belum pernah  dilakukan saat latihan, bukan penonton saja yang kaget, kami pun para penari ikut kaget  melihat serpihan-serpihan piring yang begitu cepat pecah. Setelah penampilan kami mengambil beberapa foto dengan Bang Faldo yang baru saja terpilih menjadi ketua bem ui periode 2012, dan dengan para penari dari daerah lain, kemudian bersegera mengganti kostum dan menghapus riasan yang tadinya dikenakan sendiri. Setelah itu kami makan di depan restoran korea di dekat aula terapung tersebut tanpa penerangan sedikitpun, ya sedikit lampu senter hp dan satu lilin yang diambil Vinny secara diam-diam, ya cukuplah untuk menerangi area makan malam itu. Kami makan bersama-sama sambil bercerita, mengulas balik kejadian dan konflik yang terjadi sebelum penampilan, dan juga sambil online untuk membuka facebook dan update status. Atmosfir yang dirasakan jauh berbeda dengan suasana setelah penampilan di aryaduta hotel dulu, saat itu rasanya adalah penampilan yang sangat memalukan, bukan hanya tariannya saja, tapi musik dan juga  koordinasi yang kacau. Harapan kami untuk selanjutnya mudah-mudahan lebih sering dipanggil untuk tampil di berbagai acara dan tawaran pun naik menjadi dua kali lipat.
Esok harinya, agenda dilanjutkan dengan pergi bersenang-senang merayakan keberhasilan dan membayar kepenatan selama latihan denga pergi makan-makan dan karaokean. Meski pun tidak semua anggota yang datang, kami tetap merasa enjoy dan fun. Apalagi sama pria-pria mantan RSJ, Akhirnya kami pulang sekitar jam sebelas karena mampir dulu ke hypermart membeli beberapa keperluan. Kami pulang dengan hati senang gembira    

Halo MAMA

      Halo mama, apa kabar disana ? semoga selalu kuat seperti biasa yaa, kuat fisik dan hati menghadapi dunia yang keras ini. Amiin.  Tepat hari ini anakmu ini telah berusia delapan belas tahun, itu artinya kurang lebih sudah 6.570 hari Mama telah menjadi ibuku, telah mendidikku, merangkul, dan mengasihiku. Di hari spesial ini aku tak berada dekat dengan mama, tapi hati kita begitu dekat bukan? Mama tetap selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat hari lahir padaku, kata mama ia harus selalu jadi orang pertama yang mengucapkannya, karena dialah yang melahirkan anak kecil itu, dia yang selalu berada di samping anak bayi itu saat tanggal 13 November itu datang, ia yang mengorganisir semua perayaan ulang tahun anak ingusan itu di rumah dan sekolah, ia yang berdoa dengan sepenuh hati untuk kesuksesan anak manja itu. Mama biasanya selalu bertanya siapa orang yang pertama mengucapkan ulang tahun sebelum mama, ternyata memang tidak ada, jawabannya selalu MAMA <3. Ternyata usaha mama keras banget yah, sampai-sampai minum kopi untuk begadang menunggu jam duabelas lewat satu detik datang. Hal inilah yang membuat hari ulang tahunku terasa berbeda dan benar-benar special. Terimakasih mama untuk setiap tetes keringat yang dikeluarkan untuk membesarkanku, terimakasih atas kesabaran mendengarkan celotehku, permintaanku, dan harapanku. Terimakasih untuk banyak hal yang abstrak, yang tak terlihat, dan yang kadang tak disadari, meski jasad tak sempurna, namun hatimu selalu sempurna untukku bukan ? Love you Mama :’)) -13 Nov 2011-

No Galau Anymore

Kamis, 01 Desember 2011

GALAU, kapan ya kata itu bisa hilang dalam peredaran zaman? kenapa semakin direalisasikan dan dilafazkan terus menerus, semakin hari semakin booming di pasaran. Banyak umat yang bangga dengan status GALAU, padahal kasihan, sebenarnya mereka sedang menjatuhkan harga sendiri. Harga? harga apa ? yah, harga untuk dihargai.

Alangkah indahnya kegalauan yang dimiliki oleh setiap insan di bumi Indonesia ini bisa direalisasikan dengan indah, dengan bingkisan semangat membara, dengan pita-pita pemikiran yang dalam dan panjang, serta dengan hadiah kontribusi yang berharga.

Saya akan berjuang dan saya tunggu anda.

say "NO GALAU anymore", teens !!! :D

Endless Love

Selasa, 15 November 2011


Hari itu jumat 25 April 2008, ayahku dibawa ke rumah sakit karena panasnya yang tak kunjung turun, panas badannya layaknya panas setrika. Ibuku sangat cemas, ia tak tahu harus melakukan apa, sebelumnya di antara kami tidak ada yang pernah masuk rumah sakit. Kami juga tidak memiliki kendaraan roda empat, sehingga ibu harus menghubungi saudara dulu agar bisa membawa ayah ke rumah sakit. Malam itu juga, ayah langsung dibawa ke rumah sakit. Perasaanku tidak begitu cemas karena aku pikir itu hanya demam biasa dan akan sembuh dengan cepat kalau dibawa ke rumah sakit. Aku terpaksa harus tinggal di rumah, selain kapasitas mobilnya yang tidak memadai, aku juga harus menjaga adikku dan mempersiapkan diri untuk ke sekolah esok pagi. Karena tidak tega meninggalkan aku bersaudara di rumah, akhirnya tanteku membawa kami ke rumahnya dan mengurus segala urusan dan keperluan sekolah untuk esok.

Sepulang dari sekolah, aku langsung buru-buru ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor, saat memasuki ruangan dimana ayah dirawat, aku sontak kaget,

Why Psychology ???

Kamis, 10 November 2011

When I attend university, I wanna choose psychology science, there are many reasons for that. First, I like motivating people, it began when I often give advice to my sisters and sometimes my brother. To motivate someone, we need a science for that. For me, treating the sentiment side of someone give me ownsatisfication than to treat the people from body side. Second, I begin loving psychology since I was active in PIK RR activities, it is an organization which has the function to help the teenagers to solve their problem esspecially about reproduction health. Moreover I got the opportunity to study comparative to Bandung to get more knowledge about it. The kinds of activities are concelling, giving many ways to solve the problem to the clients and trying to minimize the naughtiness of teenagers as we know that the teenager is the next generation who will give many influences things for this country. I think it’s so interesting for me and give the inspirations for my soul. Third, I wanna motivate the children from their young age to care about Indonesia’s future, by giving many motivations since in young age, I hope the children who will be a leader and influental persons in the future want to care about Indonesia’s future and they don’t be shy to use Indonesia’s cultures and products

Wanna Study in America


Ya, I have told to my mom about this scholarship, and she gave me permission for that. She allowed me as long as this activities have the educational value and it’s good for my future. There are also many reasons why I want to study to America. First, I always interested to see the America as a country. I think It is a great and powerful country. There are many people who influence this world. They have great ways of thinking so I admire them. Second, I wanna make good relationship with friends whose different characters and cultures, so we can share our own culture and religion so we could know many kinds culture, language and thinking’s way of the people from the different countries. Third,I wanna improve the image of Indonesia and Islam. Because almost  of people in the foreign think that Indonesia is a poor, and under-developed country. We need to inform them that there are many special things which we have. There are many unique cultures, many kinds of language and religions. Indonesia has many smart persons, and the richness of natures.I think we need to make the good relationship from the smallest one, then about islam, most of people think that islam is the terrorism religion, it causes many people are affraid to commune with moeslim, so that I wanna correct the image of islam and began from the smallest one like doing light conversation. Fourth, I think that studying to America could help my career in the future because there is stock of experience that I’ll get there, and I also wanna improve my english speaking ability which in bad condition now. My family also give me full-support to me so I’m enthusias to follow the scholarship to study to America.

Family

it’s so interesting to tell about  family, Ok, I think my family is not high-educated family cause we are the merchant family, but my father always teach his children to be a person who like to read news paper and update news everyday, he teach us to be a critical person, and giving first priority to educational things. In my family there were six persons, but it was 3 years ago, the number decreased since my father passed away on may 2008. we really became underpressured because it done suddenly. It happened when I held Nasional test in junior high school. A year after that, my mom built a simple home. She tried to be a parsimony person(before that she was a really spender person) because now she has to be a single parent who manage all of mom and dad’s duties. I know it’s so difficult thing but she never beef about what happen in her life. She tried as long as she can and she never say tired for her working and her obligation as a single parent. I continued my school to senior high school in SMAN 1 Padang panjang and lived in dormitory so that  I’m not too close with my family , I seldom share with my mom and I just went home once per month. Moreover my eldest brother studies college in Padang and my second brother works in Padang. Just my mom and my sister lives in the house.

Held Id Fitri by both in Jakarta

Rabu, 09 November 2011


Going to the International Trade Center Depok in third day of Lebaran, bought somethings which were needed and not. In basic stair I bought a headset, a gray-pink dolphin pin for veil and a blacky belt, u know what? I only brought money enough for that stuffs, even I wanna buy more. My mom hadn’t sent me some money caused the bank was closed. I had just remembered that I gotta buy a baglaptop, there was no more money so that I borrowed Dina’s. The first, she lent IDR 100,000. Then entering ‘rumah warna’ and choosing various bags, wooow they awere so cute so make me confuse to choose a choice. Finally I chose a purple-pink one with price 65000 IDR, owh I was really please and excited to get it.Then we’re walking around looking for new dress for Dina, she wanna buy dress like mine, but nothing found and the hunting in itc was failed so that we gonna go to Depok Town Square (Detos), picking up bus oh I was surprised when an african boy was getting into the bus. Actually, I wanna make a conversation with him, but it was crowd and I didn’t get the brave energy to do it, so yaa I only thought what he thought when he lived in this country and what his purpose to go there. He stopped the bus in Mall Depok and everybody around looked at him.
 Each person in this world has own character, one of them is strange, In the bus I met a very strange woman, simple but lil bit dirty, her voice was sooo low, her response was soo slow very much, she walked alone, it make her getting more difficult to go away. How poor she was, moreover when the driver let her go out from the bus, she suddenly surprised but so difficult to say something. I and other person in the bus didn’t know why and who she was, I and Dina assumed that she had got traumatic about an event or an accident so there was a neuron disease happened, hmmm may be. There was nothing more we do for her and kept at foot to Detos.
Walking around mall again, more, and more. Cause of limited money, I just be able to see what I wanna buy and no got them on, even I was on hypnotized to buy that all cool stuffs. Suddenly I remembered my mom and her economy condition, its so hard and I felt have such a great mistake to her for what I’ve done, so loyal to money and bought everythings I want without thingking it was necessary or not. Until we found black-colourful dress which is looked for as mine . Dina bought it and felt so great. Waah we were getting hungry so that taking a seat in foodcourt, We ordered two tenderloid steaks in moen-moen stand and so longtime for waiting it. We took some picts by Dina’s camera handphone while waiting, I wore pink stuff and Dina blue-black

Laporan Wawancara Being an Influental and Inspirasional Leader


Nama Interviewi          : Muhammad Redha Galih Pangestu
Jabatan                       : Presiden Asrama Bumi Ganesha Institut Teknologi Bandung
Tempat wawancara     : Asrama Bumi Ganesha, Cisitu lama 35, Bandung
Tanggal/waktu            : Minggu, 6 November 2011/  20 menit

1.      Alasan memilih nara sumber
Narasumber yang saya pilih adalah seorang presiden asrama Bumi Ganesha ITB periode 2010/2011, pemilihan narasumber ini merupakan hasil rekomendasi dari  teman saya yang kuliah di ITB, kebetulan saat itu saya sedang berada di kota Bandung, maka dari itu saya memutuskan untuk memenuhi tugas wawancara ini dengan narasumber mahasiswa ITB.
Alasan saya memilih presiden asrama ITB sebagai narasumber  karena tertarik dengan cerita teman saya yang cukup unik mengenai asrama ini, yaitu asrama dianggap sebagai sebuah negara yang dipimpin oleh seorang presiden yang membawahi menteri-menteri dan aparatur, semua staff digaji oleh mahasiswa, semua biaya, usaha masyarakat,  dan fasilitas dikelola oleh mahasiswa. Asrama ini tidak memiliki garis dengan pihak rektorat, sehingga semua ditanggungjawabi oleh presiden sepenuhnya. Program-program kerjanya pun disusun begitu rinci, jelas, dan terlaksana. Semua bidang terorganisir dengan baik. Asrama ini jauh berbeda dengan asrama-asrama mahasiswa pada umumnya. Sehingga menarik bagi saya untuk mewawancarai presiden yang mengepalai semua bidang yang cukup banyak. dan tanggung jawab yang cukup besar tersebut.

2.      Isi Wawancara
Redha resmi dilantik pada tanggal 1 Desember 2010 sebagai presiden asrama bumi ganesha ITB, hal ini merupakan suatu hal yang luar biasa, karena ia memegang tanggung jawab yang sangat besar dalam kemajuan asrama bumi ganesha tersebut. Walaupun ia pernah menjadi ketua OSIS sewaktu SMA, Redha merasakan perbedaan yang signifikan antara memimpin siswa-siswi dan memimpin mahasiswa. Ia mengatakan kalau dulu saat memimpin OSIS SMA 1 Pekalongan, ada tanggung jawab yang harus setiap saat dilaporkan pada pihak sekolah, ada pihak sekolah yang selalu membimbing untuk melakukan perbaikan, sedangkan sekarang ia memiliki tanggung jawab yang amat besar, tapi tidak dilaporkan dan juga tidak dibantu oleh pihak rektorat ataupun pihak kampus, sehingga ia harus berusaha menjadi pemimpin yang baik dengan berbekal pengalaman sewaktu SMA dulu.